PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum di tengah dinamika aksi demonstrasi yang berlangsung di Kota Palangka Raya sejak Jumat, 29 Agustus 2025.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa, pelajar, pengemudi ojek online (ojol), hingga masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Kalteng pada Jumat, 29 Agustus dan Sabtu, 30 Agustus.
Gelombang aksi tersebut rencananya akan berlanjut dengan penyampaian aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Kalteng pada Senin, 1 September.
Demonstrasi ini dipicu oleh dua isu besar, yakni kenaikan tunjangan Anggota DPR RI serta insiden meninggalnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21), di Jakarta Pusat pada Kamis malam, 28 Agustus.
Menanggapi hal itu, Gubernur Agustiar Sabran meminta masyarakat agar tetap menyalurkan aspirasi dengan cara yang damai.
“Sehubungan dengan dinamika yang terjadi saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas, keamanan, ketertiban umum, dan jangan mudah terprovokasi oleh oknum tak bertanggung jawab di Bumi Tambun Bungai,” tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu, 31 Agustus 2025.
Agustiar menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Mari kita pastikan setiap aspirasi disampaikan dengan cara yang damai dan bermartabat, tanpa menimbulkan kericuhan atau merugikan kepentingan umum. Kalimantan Tengah adalah rumah kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi falsafah Huma Betang yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Kalteng.
“Mari kita junjung tinggi falsafah Huma Betang, hidup rukun dan berdampingan dalam keberagaman. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah adalah masyarakat yang bijaksana, beradab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












