SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memastikan persoalan sampah di daerahnya masih dalam kondisi terkendali. Dengan produksi sekitar 200 ton per hari, jumlah tersebut dinilai masih jauh di bawah ambang batas daerah yang memproduksi hingga 1.000 ton per hari sebagaimana menjadi perhatian pemerintah pusat.
Halikinnor menyebutkan, Presiden telah menginstruksikan agar daerah dengan produksi sampah 1.000 ton per hari segera melaporkan penanganannya ke pusat. Waktu yang diberikan hanya tiga bulan agar persoalan itu tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan.
Beberapa daerah mendapat perhatian khusus karena tingginya volume sampah, bahkan ada yang sempat mendapat peringatan. “Wilayah kita juga pernah mendapatkan peringatan, tetapi Alhamdulillah sekarang sudah bisa diurai dan tertangani,” ujarnya, Rabu 3 September 2025.
Menurut Halikinnor, meski volume sampah di Kotim lebih kecil dibandingkan kota besar, penanganannya tetap harus serius. Jika tidak, permasalahan lingkungan seperti bau dan penumpukan sampah bisa menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat. “Dengan 200 ton per hari, kalau salah penanganan bisa menimbulkan persoalan juga nantinya. Namun, kita bersyukur kondisi di Kotim masih terkendali,” tegasnya.
Halikinnor juga mengapresiasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang dinilai telah bekerja keras mengatasi permasalahan persampahan. Ia mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga serta kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah.
“Keberhasilan ini harus terus dijaga dengan sinergi semua pihak. Selain pemerintah, peran serta masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah juga sangat penting,” pungkasnya. (nardi)












