PALANGKA RAYA – Desakan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) segera memperbaiki ruas Jalan Bundaran KB Sampit menuju Pelabuhan PT Pelindo Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, akhirnya ditanggapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng, Juni Gultom, memastikan jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut akan masuk program perbaikan pada 2026 mendatang.
“Rencananya akan kita tangani di tahun 2026,” kata Juni saat ditemui Berita Sampit di Kantor DPRD Provinsi Kalteng, Jumat siang, 12 September 2025.
Meski demikian, ia belum bisa menyebutkan besaran anggaran yang akan dialokasikan. “Ini (soal anggaran) nanti melihat kondisi lapangannya dulu,” tambahnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalteng dari Fraksi PAN, Abdul Hafid, meminta agar pemerintah provinsi menjadikan perbaikan ruas jalan tersebut sebagai prioritas pada tahun anggaran 2026.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah cukup memprihatinkan. Aspal terkelupas dan permukaan yang rusak dinilai berbahaya bagi pengguna jalan, terlebih jalur ini merupakan akses vital bagi masyarakat dan sektor logistik menuju pelabuhan.
“Jalan dari Bundaran KB Sampit ke Pelabuhan Pelindo Bagendang itu kewenangan provinsi. Kondisinya rusak parah dan rawan kecelakaan. Jalur itu juga urat nadi distribusi barang dan aktivitas ekonomi,” ungkap Hafid pada 8 Agustus 2025 lalu.
Ia mengingatkan, jika kerusakan dibiarkan terlalu lama, maka bukan hanya keselamatan pengguna jalan yang terancam, tetapi juga produktivitas dan perekonomian daerah akan terdampak.
Selain ruas Bundaran KB-Pelindo, Hafid juga mendorong agar sejumlah jalan provinsi lain yang mengalami kerusakan parah mendapat perhatian serius.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur. DPRD akan terus mengawal hal ini,” tegasnya.
(Sya'ban)












