SAMPIT – Dua siswi SMP Negeri 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yakni Ilonka Rezky Hyzkia dan Elena Giselle Lantan, akan mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian Internasional di Cyberjaya, Malaysia, 25–26 September 2025 mendatang.
Keduanya berhasil lolos setelah melalui seleksi tingkat provinsi hingga nasional Lomba Penelitian Belia (LPB) digelar secara online dengan penelitian berbahan dasar daun gelinggang yang diformulasikan menjadi spray dan salep anti gatal, dengan guru pembimbing Esther Rachmadiasari dan Yuli Karyati.
Elena menyampaikan tanaman ini sering ditemukan tumbuh di dekat parit atau sumber air, sudah dikenal sering digunakan masyarakat Dayak sebagai obat oles tradisional.
“Proses penelitiannya kami mulai sejak Juli lalu. Daun gelinggang dipanen, dicuci, dikeringkan selama tiga hari, kemudian dipotong kecil menggunakan chopper. Selanjutnya direndam dengan etanol selama lima hari sebelum dievaporasi hingga menghasilkan ekstrak,” kata Ilonka.
Hasil uji kimia menunjukkan ekstrak daun gelinggang mengandung senyawa yang bersifat antiinflamasi dan antialergi atau gatal. Produk yang dihasilkan berupa spray dan salep dinilai lebih praktis bagi masyarakat.
“Obat oles ini sebenarnya sudah lama dipakai secara turun-temurun. Kami hanya memodifikasi agar lebih modern dan mudah digunakan,” tambah Elena yang mengetahui manfaat daun gelinggang dari tambinya (tantenya) yang merupakan orang Dayak.
Sebelum berangkat ke Malaysia, keduanya mendapatkan sejumlah pembinaan dari Dinas Pendidikan Kotim, mereka juga sempat mendapat bimbingan dari peneliti di Medan serta pakar teknologi di Jakarta.
“Kami masih melakukan persiapan seperti pembinaan dan memperlancar presentase Bahasa Inggris, poster penelitian masih perlu kami perbaiki supaya mudah dipahami audiens saat presentasi,” ujar Elena yang sebelumnya juga pernah ikut lomba tingkat nasional mengangkat pabrik kayu di Sampit yaitu Bruynzeel.
Kedua siswi kelas 8 ini memiliki ketertarikan dibidang sains, mereka berharap bisa menampilkan yang terbaik mengharumkan nama Kotim dan Indonesia di kancah internasional sekaligus membuka jalan lebih luas agar daun gelinggang itu bisa dikenal lebih luas secara global. (nardi)












