PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sangat dibutuhkan dalam menghadapi persoalan-persoalan mendasar masyarakat.
Ia menekankan, isu stunting dan kemiskinan harus menjadi perhatian bersama melalui gerakan PKK.
Pernyataan itu disampaikan Agustiar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Kamis siang, 17 September 2025.
Menurutnya, PKK memiliki jaringan kader hingga tingkat desa dan kelurahan yang bisa menjadi ujung tombak penanganan masalah sosial.
“Stunting, kemiskinan, dan ketahanan pangan adalah tantangan nyata di Kalteng. PKK punya kekuatan di akar rumput untuk ikut mengatasi persoalan ini. Kader-kader PKK bisa menjadi penggerak perubahan di masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital juga penting dalam gerakan PKK, terutama dalam memberikan edukasi kepada keluarga tentang pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
“Mari kita jadikan PKK sebagai gerakan yang inovatif, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong,” tegas Agustiar.
Rakerda PKK kali ini mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Huma Betang Sejahtera Menuju Kalteng Berkah Kalteng Maju.”
Tema tersebut, kata Agustiar, menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai pondasi utama.
Gubernur berharap hasil Rakerda dapat menghasilkan rumusan program kerja yang lebih tajam dan aplikatif, sehingga PKK tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
(Sya'ban)












