SMAN 1 Bulik 23 Tahun Berdiri, Fasilitas Mulai Rapuh Butuh Perbaikan Hingga Kekurangan Guru Agama

IST/BERITA SAMPIT - SMAN 1 Bulik, Kabupaten .

– Kondisi pendidikan di Kabupaten kembali mencuat dalam reses perorangan anggota DPRD (Kalteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III. Melalui juru bicara reses, Rusdi Gozali, aspirasi dari sejumlah sekolah di disampaikan dalam rapat paripurna belum lama ini.

Di antaranya, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Bulik yang sudah berdiri selama 23 tahun. Rusdi mengatakan sekolah tersebut membutuhkan perhatian pemerintah karena kondisi bangunan yang sudah menua.

“Memerlukan bantuan rehab, karena bangunan sudah tua sehingga perlu perbaikan-perbaikan seperti plafon dan lain-lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, sarana ibadah di sekolah itu juga tidak memadai. “Perlu rehab Sarana Ibadah (Mushola) karena Mushola yang ada sangat kecil sehingga tidak mampu menampung siswa yang jumlahnya semakin banyak (ratusan),” kata Rusdi.

Selain itu, SMAN 1 Bulik belum memiliki fasilitas aula atau gedung serbaguna. “Sehingga apabila ada kegiatan yang mengumpulkan banyak siswa harus mencari tempat di luar sekolah, contoh kegiatan MPLS dilaksanakan di Gedung LPTQ,” ujarnya.

Sekolah juga dinilai membutuhkan prasarana . “Pada Sekolah Menengah Atas 1 Bulik juga memerlukan Prasara berupa Lapangan Basket,” tambah Rusdi.

Masalah tenaga pendidik turut menjadi sorotan. “Masih kekurangan Guru Agama, sehingga beban jam mengajar bagi guru yang lain menjadi sangat berlebihan,” kata Rusdi. Menurut dia, persoalan tunjangan TPP juga dipertanyakan oleh para guru SMA maupun SMK.

“Karena daerah lain termasuk yang sudah sertifikasipun sudah menerima, termasuk Kabupaten , guru yang menjadi kewenangan kabupaten tetap mendapat TPP,” ujarnya.

Ia menambahkan masih ada guru agama yang belum mengikuti sertifikasi karena terkendala jadwal. “Masih ada ada beberapa guru agama yang menyatakan belum ikut sertifikasi karena keterbatasan jadwal dari penyelenggara,” kata Rusdi.

baca juga ...  Fraksi Gerindra Apresiasi Realisasi Belanja Daerah, Tapi Minta Dampak Nyata ke Masyarakat

Kondisi serupa juga terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) . Menurut Rusdi, sekolah ini memerlukan pagar keliling untuk pengamanan aset.

“Kondisi sekolah memerlukan pagar keliling guna pengamanan aset sekolah yang cukup banyak, sementara pagar yang ada baru di bagian depan,” ujarnya.

SMKN 2 juga membutuhkan penataan lingkungan sekolah, sarana , dan fasilitas praktik kejuruan. “Penataan lingkungan sekolah utamanya jalan lingkungan sangat diperlukan lebih kurang 200 meter,” kata Rusdi.

Selain itu, diperlukan pembangunan prasarana berupa lapangan Basket, Futsal dan Volley yang layak. Diperlukan sarana praktek perbengkelan untuk mobil dan motor, karena yang ada sekarang adalah pinjam pakai dari pemerintah kabupaten yang kondisinya sudah kurang layak.

Ia menegaskan perlunya penambahan guru kejuruan di sekolah tersebut. “Perlunya tambahan guru kejuruan, karena saat ini guru kejuruan kelistrikan hanya 1 guru,” ujarnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!