SAMPIT – Setiap calon ibu tentu berharap masa kehamilannya berjalan lancar hingga proses persalinan tiba. Namun, bagi sebagian besar masyarakat kecil, persoalan biaya kesehatan sering kali menjadi kendala. Hal itu tak lagi dirasakan oleh Mia Apriani, seorang ibu muda asal Desa Pantai Harapan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Mia, yang kini sedang mengandung anak keduanya, tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Keanggotaannya sudah dimulai sejak kehamilan pertamanya.
Kini, saat usia kandungannya memasuki bulan kesembilan, ia kembali aktif menggunakan layanan kesehatan di Poli Kandungan Rumah Sakit Murjani Sampit. Ia rutin melakukan kontrol kehamilannya dan tempat ia mendapatkan pelayanan kesehatan yang menurutnya sangat memuaskan. Sejak kehamilan pertamanya beberapa tahun lalu, Mia sudah merasakan bagaimana BPJS Kesehatan meringankan beban keluarganya.
Dengan kondisi ekonomi yang sederhana, ia mengaku sangat terbantu karena semua kebutuhan medisnya dapat ditangani tanpa biaya tambahan. Dalam perbincangan singkatnya, Mia tampak lega bisa menjalani masa kehamilan dengan tenang.
“Sejak kehamilan pertama saya sudah menggunakan BPJS Kesehatan, dan Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dari masa kontrol, melahirkan, sampai menebus obat-obatan semuanya oke dan bagus. Saya merasa tidak ada kendala yang berarti,” tutur Mia saat ditemui usai pemeriksaan rutin.
Kini, pada kehamilan keduanya, Mia kembali merasakan manfaat yang sama. Di kehamilan keduanya, Mia kembali menggunakan layanan BPJS Kesehatan dan merasakan manfaat yang sama.
“Saya benar-benar merasa sangat terbantu. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan yang sudah membantu orang-orang kecil seperti saya. Program ini sangat cukup membantu masyarakat,” ucapnya saat itu.
Mia menambahkan bahwa pelayanan yang diterimanya di fasilitas kesehatan juga tidak pernah mengecewakan. Baik tenaga medis maupun staf rumah sakit memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.
“Prosesnya mudah, cukup menunjukkan kartu BPJS, semua bisa ditangani. Rasanya tenang sekali karena saya tidak perlu memikirkan biaya besar,” tambahnya.
Kisah Mia ini menjadi bukti bahwa BPJS Kesehatan benar-benar hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Program ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan kepastian layanan kesehatan yang layak dan merata.
Menanggapi hal ini, Iwan Kurnia, Kepala Cabang BPJS Kesehatan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya karena program JKN dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya peserta segmen PBI.
“Kami bersyukur mendengar cerita dari Ibu Mia Apriani. Inilah tujuan utama BPJS Kesehatan, yaitu memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya. Terutama bagi masyarakat kurang mampu, kami ingin mereka merasa tenang karena sudah terlindungi,” ujar Iwan, Jumat 26 September 2025.
Iwan menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih optimal. “Kami ingin semua peserta merasa puas dan terlayani dengan baik, dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Testimoni seperti yang disampaikan Ibu Mia menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepesertaan BPJS Kesehatan serta memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
“Mari bersama-sama kita jaga keberlangsungan program JKN ini, karena manfaatnya bukan hanya untuk individu, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Iwan.
Kisah Mia Apriani menggambarkan bagaimana BPJS Kesehatan telah menjadi penopang penting bagi masyarakat, khususnya ibu hamil di daerah. Dengan adanya jaminan kesehatan yang menyeluruh, Mia bisa menjalani masa kehamilan dengan tenang, penuh rasa syukur, dan harapan untuk menyambut kelahiran buah hati keduanya dengan selamat.(im/adv)












