RSUD Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Perawat-Bidan Tangani Kasus Retensio Plasenta

DENNY/BERITASAMPIT - Pertemuan Ilmiah Bulanan Bidang Keperawatan yang digelar di Aula RSUD Jalan Tambun Bungai.

KUALA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala menegaskan pentingnya kesiapsiagaan tenaga keperawatan dan kebidanan dalam menangani kasus retensio plasenta yang berisiko tinggi terhadap keselamatan ibu melahirkan. Penegasan ini disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Bulanan Bidang Keperawatan yang digelar di Aula RSUD Jalan Tambun Bungai No.16, Senin 29 September 2025.

Kepala Seksi SDM dan Logistik Keperawatan Elvina, dalam sambutannya, mendorong seluruh tenaga keperawatan dan kebidanan untuk terus menambah pengetahuan serta memperkuat praktik berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice). Ia menilai pertemuan ilmiah menjadi wadah penting untuk memperbarui wawasan sekaligus berbagi pengalaman lintas unit pelayanan.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Karolina Kamala, menekankan bahwa semangat belajar dan profesionalisme menjadi kunci peningkatan mutu layanan rumah sakit. “Perawat dan bidan tidak hanya dituntut terampil, tetapi juga harus memiliki semangat melayani dan belajar tanpa henti demi keselamatan pasien,” ujarnya.

Pertemuan ilmiah kali ini mengangkat tema Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin dengan Retensio Plasenta. Materi disampaikan oleh Bidan Juriah dan Bidan Liling Fermawati dari ruang VK Bersalin, dengan moderator Bidan Masitah. Dalam pemaparannya, para pemateri menyoroti bahaya retensio plasenta yang dapat menyebabkan perdarahan hebat pasca melahirkan dan berisiko mengancam jiwa ibu bila tidak ditangani cepat dan tepat.

Berdasarkan data rekam medis RSUD , sejak Januari 2024 hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 28 kasus retensio plasenta. Angka tersebut menunjukkan masih perlunya peningkatan kewaspadaan dan penanganan dini pada komplikasi kala III persalinan untuk menekan angka kesakitan dan kematian ibu.

Kegiatan ditutup oleh Ners Mega dari Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), yang kembali menegaskan pentingnya pencegahan infeksi dalam setiap tindakan kebidanan. Ia mengingatkan agar tenaga selalu menerapkan cuci tangan dengan benar, menggunakan alat pelindung diri, menjaga sterilitas alat, serta mematuhi prosedur aseptik. Dengan peningkatan kompetensi dan disiplin kerja, RSUD berharap mutu pelayanan ibu dan anak dapat terus meningkat dari waktu ke waktu. (ds)

baca juga ...  Pemkab Kapuas Jajaki Kerja Sama Strategis dengan LKBN Antara untuk Penguatan SDM dan Publikasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!