JAKARTA— Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu malam (1 Oktober 2025) akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda daerah tersebut, menyebabkan kerusakan struktural pada salah satu gedung asrama santri.
“Saya sangat terpukul mendengar berita ini. Pondok Pesantren Al-Khoziny telah menjadi pusat pendidikan agama yang berperan penting dalam membentuk generasi muda berakhlak mulia. Kami turut berduka cita kepada keluarga korban, para santri, dan seluruh pengurus pesantren. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada semua pihak yang terdampak,” tutur Kolatlena, Kamis 2 Oktober 2025.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama, sosial, dan bencana alam, Alimudin Kolatlena menekankan pentingnya peningkatan standar keselamatan bangunan di lembaga pendidikan keagamaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menunjukkan, korban reruntuhan mushala Ponpes Al Khoziny tercatat sedikitnya 108 orang, 18 di antaranya selamat usai dievakuasi petugas, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia.
“Insiden ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam pencegahan bencana, terutama di musim penghujan yang diprediksi akan semakin ekstrem akibat perubahan iklim,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memastikan seluruh korban, termasuk para santri akan mendapatkan dukungan penuh biaya pengobatan dari pemerintah.
“Dijamin lah, kita akan berkolaborasi dengan provinsi dan kabupaten/kota. Kita akan dukung sampai tuntas pengobatannya. Ada yang luka ringan, ada yang luka sedang, ada yang luka berat, semuanya akan diberikan dukungan,” ujar Gus Ipul saat melakukan peninjauan.
(adista)












