KUALA KAPUAS – Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas bergerak cepat menyikapi video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan penelantaran pasien di UPT Puskesmas Timpah. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, bersama timnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi terhadap kejadian tersebut.
Video yang beredar luas itu memperlihatkan kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) dalam keadaan tertutup ketika seorang pasien korban kecelakaan tiba untuk mendapat pertolongan medis. Tidak tampak petugas berjaga di ruang pelayanan, sehingga memicu reaksi keras dari masyarakat yang mempertanyakan kinerja tenaga kesehatan di puskesmas tersebut.
Menanggapi hal itu, dr. Tonun Irawaty memimpin langsung kunjungan ke Puskesmas Timpah guna memastikan fakta di lapangan. Dalam pertemuan bersama Kepala Puskesmas dan seluruh pegawai yang bertugas saat kejadian, pihaknya meminta penjelasan secara detail terkait kronologi dan alasan di balik tertutupnya pintu UGD.
Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa pada saat kejadian para petugas medis tengah beristirahat untuk makan siang. Sementara itu, pintu UGD ditutup sementara guna mencegah masuknya hewan peliharaan warga sekitar seperti anjing dan kucing yang sering berkeliaran di lingkungan puskesmas.
“Penutupan itu tidak bermaksud menolak pasien. Hanya saja, waktu kedatangan pasien bersamaan dengan jam istirahat petugas. Begitu mengetahui ada pasien yang datang, petugas langsung kembali ke tempat kerja dan memberikan penanganan,” jelas dr. Tonun, Senin 6 Oktober 2025.
Meski pasien akhirnya tetap mendapat pelayanan medis, Kadinkes mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan akan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas Kabupaten Kapuas.
“Kami atas nama Dinas Kesehatan menyampaikan permohonan maaf kepada pasien, keluarga, dan masyarakat. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memperbaiki sistem dan memastikan agar layanan kesehatan berjalan tanpa jeda, sekalipun dalam waktu istirahat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya segera memperkuat pengawasan internal serta memberikan pembinaan langsung kepada seluruh tenaga medis di daerah. Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah bentuk pengabdian yang menuntut empati dan profesionalisme tinggi, terutama saat berhadapan dengan kondisi darurat pasien.
“Petugas kesehatan harus selalu siap siaga, karena keselamatan pasien adalah prioritas utama. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi,” tutup dr. Tonun Irawaty Panjaitan. (ds)












