SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melaksanakan pemeliharaan ruas Jalan S Parman, Sampit. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan bagi pengguna jalan.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran.
“Total tahun ini kami menggelontorkan sekitar Rp 7 miliar untuk pemeliharaan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, drainase, hingga taman kota,” ungkap Mentana.
Ia menambahkan, langkah itu merupakan bentuk tanggapan pemerintah daerah atas banyaknya laporan warga terkait kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas serta membahayakan pengguna jalan.
“Jalan berlubang bisa sebabkan kecelakaan. Karena itu kami percepat penanganannya,” tegasnya.
Mentana berharap dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar dan infrastruktur yang sudah dibenahi dapat dijaga bersama.
Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Suhardiono, menyampaikan bahwa perbaikan mulai dikerjakan sejak Senin 6 Oktober 2025, setelah timnya menyelesaikan pekerjaan di Jalan Pemuda.
“Setelah pemeliharaan di Jalan Pemuda, kami langsung menangani Jalan S Parman karena kondisinya sudah cukup parah dan perlu segera ditangani,” ujarnya, Selasa 7 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, panjang jalan yang diperbaiki mencapai 630 meter dengan lebar antara 5 hingga 7 meter. Fokus perbaikan dilakukan pada titik terparah antara simpang Jalan RA Kartini hingga simpang Masjid Baiturrahim.
“Kerusakannya memang cukup parah, sehingga kami langsung melakukan overlay tanpa menambah agregat karena penurunan badan jalan masih bisa ditoleransi,” jelasnya.
Menurutnya, usia aspal di ruas tersebut sudah cukup lama, sementara intensitas kendaraan dari dan ke Pelabuhan Sampit cukup tinggi. Oleh karena itu, perawatan rutin sangat diperlukan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Jalan S Parman ini jalur strategis dan dilalui banyak pelajar, karena ada beberapa sekolah di sekitar lokasi. Maka dari itu, kami prioritaskan perbaikannya demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan,” tegas Suhardiono. (nardi)












