SAMPIT – Tim gabungan kembali menemukan satu jenazah laki-laki di perairan Kalap Seban, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu pagi 12 Oktober 2025. Penemuan ini diduga kuat merupakan korban tenggelamnya kapal Tugboat Datine 138.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyampaikan informasi tersebut.
“Ditemukan kembali satu jenazah Mr. X di Kalap Seban Ujung Pandaran. Info masuk sekitar pukul 09.40 WIB, dan saat ini sedang dilakukan proses evakuasi dari perairan ke darat,” ungkapnya.
Penemuan ini merupakan jasad ketiga yang berhasil ditemukan sejak peristiwa tenggelamnya kapal tugboat tersebut. Satu korban lainnya yang belum terindentifikasi, yakni Cahyo, yang menjabat sebagai juru mudi kapal.
Sebelumnya, dua jenazah telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi sebagai korban Tugboat Datine 138 pada Jumat 10 Oktober 2025.
Korban pertama diketahui bernama Pujiono, Kepala Kamar Mesin (KKM), yang ditemukan pada Jumat pagi di perairan Ujung Pandaran.
Sementara korban kedua bernama Agus Sugianto (54), pengawal kapal, ditemukan pada Jumat sore sekitar 447 meter dari lokasi jenazah pertama. Keduanya telah dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kotim, Ditpolair Polda Kalteng, Polair Polres Kotim, Pos AL, serta nelayan melakukan pencarian di sekitar perairan Ujung Pandaran dan memperluas area penyisiran.
Diketahui, kapal Tugboat Datine 138 berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Kapuas pada Senin (6/10/2025) sore dengan empat orang awak. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, kapal dilaporkan mengalami kebocoran hebat di lambung dan akhirnya tenggelam. Kapten kapal, Ode Zulfika (61), berhasil ditemukan selamat setelah mengapung selama enam jam di laut sebelum diselamatkan nelayan dan dievakuasi ke Pos TNI AL Pagatan. (Nardi)












