KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, kementerian, lembaga vertikal, serta perwakilan kabupaten/kota se-Kalteng itu, Pemerintah Kabupaten Kapuas diwakili oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Pangeran S. Pandiangan. Ia menyatakan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan dan kebijakan strategis pemerintah provinsi dalam upaya mempertahankan capaian Kalteng Bebas Kabut Asap 2025.
“Kami di Kapuas berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan TNI-Polri, perusahaan, maupun masyarakat. Tujuannya agar langkah pencegahan dan penanganan karhutla bisa berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Pangeran, Jumat 17 Agustus 2025.
Menurutnya, keberhasilan Kalteng menekan angka kebakaran lahan pada tahun 2025 menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh daerah, termasuk Kapuas. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, penguatan pos pantau, dan peningkatan kapasitas relawan desa dalam menghadapi potensi kebakaran pada musim kemarau mendatang.
Rakor tersebut dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung, mewakili Gubernur H. Sugianto Sabran, yang memberikan arahan strategis terkait pengendalian karhutla. Dalam arahannya, Gubernur melalui Sekda menekankan pentingnya sistem pengendalian terpadu, mulai dari peringatan dini hingga pemadaman dini, serta peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam mengalokasikan anggaran rutin bagi pengendalian kebakaran.
Pangeran menegaskan, Pemkab Kapuas akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengintegrasikan kebijakan pengendalian karhutla ke dalam program kerja BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup tahun depan.
“Kami juga akan mendorong desa rawan kebakaran agar menyusun peta lahan non-gambut dan memanfaatkan dana desa untuk kegiatan pencegahan,” tambahnya.
Rakor yang juga dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan kolaborasi lintas sektor dan penyiapan langkah mitigasi menghadapi potensi El Niño 2027. Melalui dukungan dan komitmen seluruh pihak, termasuk Kabupaten Kapuas, pemerintah provinsi menargetkan Kalteng tetap tangguh dan bebas kabut asap pada tahun-tahun mendatang. (ds)












