SAMPIT – Masyarakat Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menanam pohon sawit di jalan yang rusak sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Desa.
Aksi tersebut diketahui setelah beredar video viral di media sosial yang menampakkan sejumlah warga menanam pohon sawit di tengah jalan yang rusak parah, aksi itu lantas menuai berbagai macam komentar dari masyarakat.
Aksi itu terjadi di Jalan Garuda, simpang empat Padat Karya yang berada di RT 2 RW 1 Desa Bagendang Hilir pada Minggu 2 November 2025 lalu.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan karena pihaknya mengaku kecewa kepada pihak desa yang dianggap abai terhadap keluhan masyarakat.
“Jalan itu akses yang digunakan untuk anak-anak menuju sekolah, kami sudah sering meminta tolong kepada Kades tapi tidak ditanggapi,” keluhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bagendang Hilir, Karliansyah mengatakan bahwa bukan pihaknya tutup mata tetapi jalan itu bukan wewenang desa melainkan wewenang Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Jalan yang dimaksud adalah Jalan Padat Karya Desa Bagendang Hilir ke arah utara, memang belum terealisasi oleh dinas PU karna masih melanjutksn pengaspalan ke arah selatan,” jawabnya saat dikonfirmasi
Ia juga menambahkan jalan tersebut akan dikerhakan jika pengaspalan ke arah selatan telah rampung dan menegaskan jika jalan itu milik kabupaten buka desa.
“Bila sudah selesai dikerjakan pengaspalan kearah selatan maka baru dikerjakan ke arah utara. Ini jalan kabupaten bukan pedesaan,” tegas Karliansyah.
(Utomo)












