SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan ini menindaklanjuti peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, yang menyebutkan sejumlah wilayah termasuk Kotim berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada 6–8 November 2025.
Dari rilis yang disampaikan BMKG bahwa gangguan fenomena MJO terpantau di Fase 5 (Maritime Continent): berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa masyarakat tetap waspada potensi angin kencang dan hujan deras terutama di wilayah rawan bencana seperti daerah bantaran sungai dan kawasan padat permukiman.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya yang tinggal di sekitar pohon besar, dekat papan reklame, atau di daerah rendah yang berpotensi banjir ataupun longsor. Jika terjadi hujan lebat dan angin kencang, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan,” ujar Multazam.
Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kotim. Atap sebuah ritel modern di Desa Pelantaran terbang terbawa angin, sementara beberapa pohon tumbang di ruas Jalan Tjilik Riwut Kecamatan Cempaga sempat menutup akses jalan. Di wilayah Kota Sampit, papan reklame juga dilaporkan roboh akibat kencangnya tiupan angin. (Nardi)












