SAMPIT – Polemik antrean panjang di SPBU Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian menjadi sorotan warga. Dugaan adanya praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) secara berulang terus bergulir, meski pihak pengelola SPBU membantah keras tudingan tersebut.
Muji, pengawas SPBU Jemaras, menegaskan bahwa tidak ada praktik pengisian berulang yang dilakukan oleh pelangsir.
“Di sini sekali masuk saja, tidak ada yang bolak-balik,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin 11 November 2025
Muji juga menegaskan bahwa pengisian BBM di SPBU Jemaras telah mengikuti prosedur sebagaimana aturan yang berlaku.
Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara detail keluhan warga yang setiap hari ke SPBU itu mengenai antrean panjang yang kerap terjadi pada pagi hari serta keluhan pembatasan pembelian BBM yang dialami sejumlah pengendara motor.
Apa yang disampaikan Muji sendiri berbanding terbalik dengan keluhan warga dan sejumlah foto antrean panjang para pelangsir dan warga biasa di SPBU itu.
Di mana aktifitas pelangsir selalu memenuhi antrean SPBU dan bahu jalan, sehingga terlihat kendaraan kian berhamburan di sekitar SPBU tersebut, bahkan tidak ada ketegasan dari SPBU dan terkesan memprioritaskan para pelangsir, selain itu di lapangan kegiatan pelangsiran tersebut teroganisir.
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan antrean di SPBU Jemaras karena diduga bercampur dengan kendaraan pelangsir.
Kondisi tersebut membuat banyak warga terlambat beraktivitas, termasuk guru, pekerja, hingga orang tua yang hendak mengantar anak sekolah. Selain itu, warga juga mengaku sering tidak kebagian BBM akibat stok yang cepat habis.
Dengan adanya bantahan dari pihak SPBU, warga berharap ada pengawasan dan evaluasi lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan adil dan sesuai kebutuhan masyarakat.
(Jimmy)












