SAMPIT – Keluhan warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mencuat ke permukaan. Mereka menilai pembangunan desa tidak merata dan cenderung terpusat di titik-titik tertentu, sementara kinerja kepala desa disebut tidak maksimal karena jarang berada di kantor.
Seorang warga berinisial Al (29) menyampaikan bahwa pembangunan di desanya seolah hanya menyentuh wilayah tertentu saja.
“Kalau mau melihat perbandingannya lihat di Lampuyang Kecil dan Seranggas dalam jangan di kampung Bugis. Di situ bagus,” kata AI, Selasa 11 November 2025.
Menurutnya masalah tersebut diperparah dengan kinerja Kades yang dikatakan sering bolos saat bekerja. Dirinya juga mengaku sulit menemui atau melihat kades di kantor saat jam kerja.
“Kadesnya goib. Di sini sulit mencari dia di kantor. Kecuali penting baru bisa ketemu. Kalau tidak ya lewat telepon dilayani,” ucap pria itu.
Ia menilai bahwa masalah infrastruktur dan kepemimpinan ini telah menghambat aktifitas sehari-hari dan pembangunan desa.
“Wajar saja hancur kalau seperti itu pemimpinya, lihat dari luar saja kantor desa begitu apalagi masuk ke dalam,” tambahnya.
Dirinya berharap dinas terkait atau pihak kecamatan bisa turun ke desa mereka agar kinerja kepala desa tidak terus menerus demikian yang berdampak merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Lampuyang, Muksin, saat dikonfirmasi menanggapi santai keluhan tersebut. Ia menilai kinerja kepala desa tidak selalu diukur dari kehadiran di kantor.
“Kinerja kepala desa bukan cuma dikantor saja,” ujarnya singkat.
(Utomo)












