SPBU Kobes Dikuasai Pelangsir, Warga Susah Dapat BBM dan Jalanan Macet

IST/BERITASAMPIT - Komentar warga terkait aktivitas pelangsir di SPBU Jalan Tjilik Riwut, Kota Besi.

SAMPIT – Aktivitas pelangsir bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Kota Besi (Kobes), Kabupaten Timur (Kotim), makin meresahkan. Tak hanya membuat antrean mengular dan kemacetan panjang, warga pun mengeluh karena sulit dilayani saat hendak membeli BBM.

Keluhan ini ramai mencuat di media sosial setelah unggahan Facebook Berita Sampit yang berjudul “SPBU Kobes Dikuasai Pelangsir, Warga Mengeluh Tak Kebagian BBM” menuai banyak komentar. Warganet kompak menyoroti lemahnya pengawasan dan pelayanan di SPBU tersebut.

Santo N Adi mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan di SPBU tersebut. “Betul sekali, sering kali kita mau isi di situ malah tidak dilayani, padahal kita juga butuh,” ujarnya kesal, Selasa 11 November 2025.

Hal senada disampaikan Sugianto. Ia menilai pemerintah daerah sudah tidak mampu atau tidak mau menertibkan aktivitas pelangsir yang makin merajalela. “Kelihatannya pemerintah daerah sudah tidak mampu untuk mengaturnya, atau memang tidak mau mengatur,” katanya.

Rahmat Kartolo menambahkan bahwa kemacetan di sekitar SPBU sudah menjadi pemandangan biasa. “Full hari ini pun susah lewat,” ujarnya. Sementara Erpan R menilai tidak semua pengisi BBM bisa disebut pelangsir. “Kalau cuma sekali ngisi sehari itu bukan pelangsir. Tapi kalau bisa ngisi lebih dari sekali baru pantas dikatakan ngelangsir,” jelasnya.

Bagus Pujiono bahkan mengungkapkan bahwa praktik semacam ini sudah terjadi sejak lama. “Sudah dari dulu semua SPBU di Sampit, Kotim ini, mulai tahun 2008 kalau tidak salah, sudah ada yang kayak gitu,” ungkapnya. Pendapat serupa disampaikan Khalid M Kindi yang menyebut hampir semua SPBU di Kotim dikuasai pelangsir.

Kondisi tersebut juga membuat warga lain geram. “Kalau masyarakat bersatu, demo saja atau portal SPBU-nya,” ujar Fris.

Sedangkan Mansyah menilai kasus ini bukan hal baru. “Kasus lama, sudah nggak kaget lagi dengan berita-berita kayak gini,” ujarnya.

Uji Kalteng juga menyebut persoalan ini sudah berlangsung lama. “Hanyar ja kah tahu? Napa, lawas sudah,” katanya. Andy SPBU Sampit menambahkan, “Setiap SPBU aja pelangsir banyak.”

Dari foto yang beredar menunjukkan puluhan kendaraan roda dua dan empat dengan tangki tambahan parkir berjejer di sekitar SPBU. Mereka menunggu giliran mengisi BBM, bahkan tak jarang berebut antrean hingga nyaris menabrak pengguna jalan lain.

“Kadang mereka berebut masuk antrean, bahkan hampir menabrak pengguna jalan lain karena ingin cepat dapat giliran isi BBM,” ujar Rudi, warga yang kerap melintas di kawasan itu, Selasa 11 November 2025.

Warga sekitar mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar. “Kalau datang siang, sudah habis. Katanya habis dilangsir. Kita yang mau beli untuk kendaraan pribadi jadi susah,” keluh salah satu warga.

(Nardi)

baca juga ...  DPRD Pertanyakan Kelanjutan Rencana MAN 2 Kotim, Belum Ada Aksi Konkret dari Pemkab
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!