PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Konsumen Cerdas dalam Memilih Makanan untuk Mencegah Stunting serta sejumlah pelatihan peningkatan keterampilan bagi pelaku usaha kecil.
Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani, menjelaskan kegiatan ini terdiri atas empat program yang dilaksanakan secara paralel di beberapa lokasi berbeda.
“Pada pagi hari ini kami membuka empat kegiatan sekaligus. Untuk sosialisasi pencegahan stunting dilaksanakan di Aula Baperida, bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan para ahli gizi,” ucapnya, Rabu 12 November 2025.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memilih makanan bergizi dan aman dikonsumsi sebagai upaya mencegah stunting sejak dini.
“Peserta kegiatan terdiri dari kader posyandu, ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, serta pelaku usaha kecil,” tambahnya.
Selain sosialisasi, Disdagperin juga menggelar tiga pelatihan keterampilan yang difokuskan pada peningkatan kemampuan wirausaha baru.
“Pelatihan pertama adalah pelatihan dasar tukang las, yang sudah dimulai sejak hari Senin dan akan berakhir Sabtu mendatang,”lanjutnya.
Pelatihan kedua yaitu pelatihan membatik bagi pemula, diikuti oleh para ibu PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, dan pelaku usaha lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Produksi Batik Paramida, bekerja sama dengan pengrajin batik daerah. Sementara itu, pelatihan ketiga adalah pelatihan anyaman rotan tingkat dasar, yang berlangsung di Lembaga Pelatihan Kerja milik Ibu Niang di Kereng Bangkirai.
“Semua kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan perangkat daerah dan pelaku usaha agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan pelatihan ini tidak berhenti pada tahap keterampilan dasar, tetapi juga akan dikembangkan dengan dukungan akses permodalan, pemasaran, branding, hingga pengemasan produk.
“Kami ingin peserta tidak hanya mahir dalam keterampilan, tapi juga bisa menjadikannya sebagai peluang usaha. Harapannya, kegiatan ini bisa berlanjut pada tahun 2026 agar semakin banyak pelaku industri kecil dan menengah di Kalteng yang mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya. (yud)












