SAMPIT – Sejumlah Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotawaringin Timur) resmi dikukuhkan dalam acara yang berlangsung di Ballroom Werra Hotel Sampit, Senin 17 November 2025.
Kecamatan yang dikukuhkan meliputi Tualan Hulu, Cempaga, Pulau Hanaut, Mentaya Hulu, Bukit Santua, dan Telaga Antang, dikukuhkan langsung oleh Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor.
Ia menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum penguatan layanan pendidikan anak usia dini agar berjalan lebih berkualitas, holistik, dan integratif.
Khairiah menegaskan, peran Bunda PAUD di setiap kecamatan sangat strategis sebagai penggerak dan penghubung berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun desa.
Ia berharap para Bunda PAUD yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak dalam peningkatan partisipasi anak usia dini, memperkuat program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, hingga memastikan pembelajaran di PAUD benar-benar memerdekakan peserta didik.
“Ini juga bagian dari dukungan terhadap gerakan wajib belajar 13 tahun pra-SD. Fondasi pendidikan usia dini sangat menentukan kualitas generasi kita ke depan,” ujar Khairiah.
Ia juga meminta para Bunda PAUD Kecamatan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di wilayah masing-masing.
Bagi kecamatan yang sudah memiliki Pokja, ia mendorong agar evaluasi kinerja dilakukan secara berkala sehingga program yang direncanakan dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi satuan PAUD serta masyarakat.
Selain pengukuhan, acara tersebut juga dirangkai dengan Workshop Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya nyata dalam pencegahan stunting sejak usia dini.
Khairiah menyampaikan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi berpengaruh pada tumbuh kembang anak, kemampuan belajar, hingga masa depan mereka.
Ia mengajak seluruh Bunda PAUD, kepala satuan PAUD, dan para pendidik untuk menguatkan edukasi gizi kepada orang tua, mengoptimalkan program PMT dengan menu bergizi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
“Saya yakin lewat gotong royong dan kepedulian, Kotim dapat menjadi daerah ramah anak sekaligus menurunkan angka stunting secara signifikan,” tegasnya. (nardi)












