PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya pelestarian budaya daerah di lingkungan pendidikan.
Saat berkunjung ke SMAN 4 Muara Teweh, Minggu, 16 November 2025, ia meminta sekolah-sekolah di Kalteng untuk kembali menghidupkan tradisi menyanyikan lagu-lagu daerah sebagai bagian dari pembentukan identitas generasi muda.
Dalam arahannya, Gubernur menilai bahwa lagu daerah bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat rasa kebersamaan, kecintaan pada tanah kelahiran, dan kebanggaan sebagai warga Kalteng.
Karena itu, ia mendorong sekolah untuk tidak hanya fokus pada lagu wajib nasional, tetapi juga memberi ruang bagi kekayaan budaya lokal. “Kita harus guyub, harus rukun,” tegasnya.
Menurut Gubernur Agustiar, penguatan budaya lokal harus dimulai dari lingkungan pendidikan karena sekolah merupakan tempat paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai sejak dini.
Ia mengingatkan pentingnya pembiasaan sederhana seperti menyanyikan lagu tradisional sebelum memulai kegiatan belajar atau saat upacara.
Ia meyakini kebiasaan itu akan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pelajar Kalteng memiliki warisan budaya yang patut dibanggakan dan dijaga.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut meminta kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk berperan aktif mengawal proses pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, keteladanan dari para pendidik sangat menentukan keberhasilan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam kehidupan sekolah.
“Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan para guru. Jangan pernah berhenti meneladani mereka, mengajari mereka. Mereka mencari jati diri, kita harus bersabar untuk mengedukasi dan memberi teladan,” kata Gubernur.
Di hadapan para siswa, Gubernur juga menitipkan pesan agar mereka menjaga tekad dalam mengejar cita-cita sekaligus menjaga diri dari pergaulan negatif.
“Tentunya anak-anakku sekalian punya niat, punya kemauan, punya tekad, dan kesadaran untuk menjaga itu,” ujarnya.
Ia mengingatkan siswa agar lebih selektif memilih teman dan kelompok pergaulan. “Hati-hati dengan pergaulan, hati-hati dengan lingkungan. Kalian ini masih mencari jati diri,” pesannya.
(Sya'ban)












