PALANGKA RAYA – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S Apung menyoroti kegagalan program cetak sawah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tidak mencapai target. Program yang digadang-gadang untuk ketahanan pangan nasional tersebut kini mandek.
Leonard menduga kegagalan ini disebabkan oleh data survei, investigasi, dan desain (SID) yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Itu memang SID yang perlu kita pertanyakan itu aja kata kuncinya,” ujar Leo, Selasa, 18 November 2025.
Menurutnya, ketidaksesuaian data perencanaan dengan fakta di lapangan menjadi biang keladi masalah ini.
“Patut diduga bahwa kesesuaian lahan antara perencanaan dan kondisi riil di lapangan itu tidak match,” tegasnya.
Sebelumnya, program cetak sawah ini juga menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mengungkapkan bahwa realisasi program tersebut jauh dari target karena kontrak pekerjaan tidak tuntas.
“Di Kotim kemarin diajukan 4 ribu hektare lebih. Karena kontraknya enggak selesai, cuma tercetak 405 hektare,” ujar Sutik, Minggu, 16 November 2025.
Politisi Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotim-Seruyan ini menambahkan, lahan yang sempat terbuka kini telah dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Tapi seminggu yang lalu yang tercetak sudah ditanami oleh masyarakat,” katanya.
Sutik menyebut, proyek tersebut macet total setelah seluruh alat berat ditarik pulang oleh pihak kontraktor dua hingga tiga bulan lalu.
“Mandek itu karena pulang semua alat beratnya, kontraknya,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan tindak lanjut dari pemerintah terkait kelanjutan program cetak sawah tersebut. Namun hingga kini, kata dia, belum ada langkah konkret dari instansi teknis.
“Kalau dari sini belum ada, itu programnya pusat. Kemarin memang semua diangkut pulang semua alat beratnya, baru tercetak 400 lima hektare lahan sawah,” ucapnya.
Meski begitu, Sutik berharap lahan yang telah dibuka bisa menjadi contoh bagi pemerintah pusat untuk kembali melanjutkan program ketahanan pangan di Kalteng.
“Dicoba dulu 400. Nanti mudah-mudahan baik, nanti dari pusat bisa melanjutkan lagi ketahanan pangan di Provinsi Kalteng,” katanya.
(Syauqi)
Program Cetak Sawah di Kotim Gagal Capai Target, Plt Sekda Kalteng Duga SID Tak Sesuai Kondisi Lapangan
PALANGKA RAYA – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S Apung menyoroti kegagalan program cetak sawah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tidak mencapai target. Program yang digadang-gadang untuk ketahanan pangan nasional tersebut kini mandek.
Leonard menduga kegagalan ini disebabkan oleh data survei, investigasi, dan desain (SID) yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Itu memang SID yang perlu kita pertanyakan itu aja kata kuncinya,” ujar Leo, Selasa, 18 November 2025.
Menurutnya, ketidaksesuaian data perencanaan dengan fakta di lapangan menjadi biang keladi masalah ini.
“Patut diduga bahwa kesesuaian lahan antara perencanaan dan kondisi riil di lapangan itu tidak match,” tegasnya.
Sebelumnya, program cetak sawah ini juga menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mengungkapkan bahwa realisasi program tersebut jauh dari target karena kontrak pekerjaan tidak tuntas.
“Di Kotim kemarin diajukan 4 ribu hektare lebih. Karena kontraknya enggak selesai, cuma tercetak 405 hektare,” ujar Sutik, Minggu, 16 November 2025.
Politisi Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotim-Seruyan ini menambahkan, lahan yang sempat terbuka kini telah dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Tapi seminggu yang lalu yang tercetak sudah ditanami oleh masyarakat,” katanya.
Sutik menyebut, proyek tersebut macet total setelah seluruh alat berat ditarik pulang oleh pihak kontraktor dua hingga tiga bulan lalu.
“Mandek itu karena pulang semua alat beratnya, kontraknya,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan tindak lanjut dari pemerintah terkait kelanjutan program cetak sawah tersebut. Namun hingga kini, kata dia, belum ada langkah konkret dari instansi teknis.
“Kalau dari sini belum ada, itu programnya pusat. Kemarin memang semua diangkut pulang semua alat beratnya, baru tercetak 400 lima hektare lahan sawah,” ucapnya.
Meski begitu, Sutik berharap lahan yang telah dibuka bisa menjadi contoh bagi pemerintah pusat untuk kembali melanjutkan program ketahanan pangan di Kalteng.
“Dicoba dulu 400. Nanti mudah-mudahan baik, nanti dari pusat bisa melanjutkan lagi ketahanan pangan di Provinsi Kalteng,” katanya.
(Syauqi)












