SAMPIT – Julia Egi Gladis Ventika Sari (17), seorang pelajar sekolah menengah atas di Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak pernah menyangka bahwa di usia muda ia akan merasakan langsung pentingnya memiliki jaminan kesehatan.Â
Terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan Kelas 2 melalui keluarganya, Julia menjalani pengobatan tipes di puskesmas menggunakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Awalnya Julia hanya mengira dirinya kelelahan akibat aktivitas sekolah yang padat. Namun demam yang tidak kunjung turun, disertai sakit kepala dan mual berkepanjangan, membuat orang tuanya segera membawanya ke puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosis Julia mengalami tipes dan harus menjalani perawatan rawat jalan serta mengonsumsi obat-obatan secara teratur.
“Waktu itu saya benar-benar lemas dan tidak bisa ikut kegiatan sekolah. Setelah diperiksa di puskesmas, ternyata saya sakit tipes. Untungnya semua prosesnya mudah dan ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Julia, Kamis 20 November 2025.
Ia mengaku sebelumnya tidak terlalu memikirkan pentingnya memiliki BPJS Kesehatan karena merasa masih muda dan jarang sakit. Namun pengalaman tersebut membuka matanya. “Saya baru sadar, meskipun masih remaja, kita bisa tiba-tiba sakit. Kalau harus bayar sendiri pasti berat. Dengan BPJS, saya tinggal fokus sembuh,” katanya.
Menurut Julia, pelayanan yang ia terima berjalan cukup baik. Petugas puskesmas menjelaskan kondisi kesehatannya secara rinci dan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai kebutuhan medis.
Setelah beberapa hari menjalani pengobatan dan istirahat total, kondisinya berangsur membaik dan ia dapat kembali beraktivitas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sampit, Iwan Kurnia, mengapresiasi kesadaran Julia untuk menceritakan pengalamannya. Ia menegaskan bahwa perlindungan kesehatan tidak mengenal usia.
“Banyak anak muda merasa jaminan kesehatan belum perlu. Padahal risiko sakit bisa datang kapan saja. Kasus Julia menunjukkan bahwa peserta JKN dari usia muda pun sangat diuntungkan ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Iwan menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus mendorong masyarakat, termasuk kalangan pelajar, untuk memastikan status kepesertaan mereka aktif sehingga layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan.
“Semakin cepat terlindungi, semakin besar manfaat yang dirasakan. JKN hadir untuk semua, tanpa melihat usia,” katanya.
Pengalaman Julia menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan bukan hanya kebutuhan orang dewasa, tetapi juga penting bagi generasi muda yang menjalani aktivitas padat dan rentan terhadap berbagai penyakit.
Kasus yang dialaminya menunjukkan bahwa kondisi kesehatan bisa berubah tiba-tiba, bahkan pada remaja yang tampak sehat sekalipun. Dengan adanya jaminan kesehatan, pelajar seperti Julia dapat memperoleh layanan medis yang diperlukan tanpa terbebani biaya, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih tenang dan terarah.(im/bs)












