SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk mulai memperbaiki pola hidup sebagai langkah mencegah diabetes. Imbauan ini disampaikan setelah lebih dari 3.500 warga terdata mengidap Diabetes Melitus (DM) melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menjelaskan bahwa sebagian besar penderita diabetes dapat dicegah jika masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
“Mengatur pola makan, menjaga berat badan, serta rutin berolahraga menjadi langkah utama yang perlu dilakukan untuk menekan risiko diabetes,” ujarnya, Selasa 25 November 2025.
Umar menjelaskan bahwa warga perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman berpemanis. Banyak makanan harian seperti teh manis, kue basah, dan minuman kekinian mengandung gula tinggi yang berdampak buruk pada kadar gula darah.
Selain itu, makanan asin juga perlu dibatasi karena dapat memengaruhi tekanan darah dan kesehatan metabolik.
Aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Dinkes mengimbau masyarakat untuk beraktivitas minimal 30 menit sehari, baik berjalan kaki, bersepeda, maupun melakukan olahraga ringan di rumah. Aktivitas fisik dapat membantu tubuh mengatur kadar gula serta mencegah obesitas.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi gejala awal diabetes sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan di Puskesmas maupun kegiatan skrining komunitas yang diselenggarakan secara rutin.
Selain itu, stres dan kurang tidur menjadi faktor yang sering diabaikan namun sangat memengaruhi risiko diabetes. Umar menyarankan masyarakat mengelola stres dengan baik, mengatur jam tidur, serta memperbanyak konsumsi air putih minimal delapan gelas per hari.
Dengan perubahan gaya hidup sederhana dan kesadaran untuk memeriksa kesehatan secara rutin, Umar berharap angka kasus diabetes di Kotim dapat ditekan dan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun keluarga. (nardi)












