DPRD Apresiasi Informasi DAD Cempaga Hulu Soal Empat Pengedar Sabu, Minta Aparat Bergerak Cepat

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua DPRD Kotim Rimbun saat diwawancarai, didampingi Kepala BNNK Kotim dan Kasat Narkoba.

SAMPIT – Ketua DPRD (Kotim) Rimbun memberikan apresiasi kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Cempaga Hulu yang telah menyampaikan informasi terkait adanya empat pengedar sabu di Pantai Harapan.

Menurutnya, keberanian menyampaikan informasi tersebut sangat penting untuk membantu aparat menekan peredaran narkotika di daerah.

Rimbun menegaskan bahwa informasi yang disampaikan DAD harus segera ditindaklanjuti. Ia meminta seluruh aparatur keamanan di kecamatan, mulai dari Kapolsek hingga Danramil, untuk mengawasi gerak-gerik para terduga pelaku yang sudah disampaikan.

“Apa yang disampaikan DAD itu jangan dianggap sepele, kalau terbukti maka harus ditindak tegas,” ujar Rimbun, Jumat 28 November 2025.

Selain aparat keamanan, Rimbun juga mengajak pemerintah kecamatan hingga tokoh adat dan masyarakat agar ikut aktif memberikan informasi kepada pihak berwajib. Menurutnya, sinergi penuh antar semua unsur dari tingkat bawah menjadi kunci memutus rantai peredaran narkoba yang semakin meresahkan.

“Lembaga adat, aparat , kecamatan, hingga BNNK harus bergerak bersama. Ini bukan tugas satu pihak saja. Apa yang disampaikan DAD harus menjadi contoh bahwa kita semua harus berani melawan peredaran narkotika,” tegasnya.

DPRD Kotim mendukung penuh langkah-langkah pemberantasan narkoba di daerah dan berharap informasi tersebut dapat mempercepat tindakan aparat di lapangan.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait peredaran barang haram tersebut.

Diberitakan sebelumnya Ketua DAD Kecamatan Cempaga Hulu, Murnelis, meminta aparat penegak segera menangkap para pengedar sabu yang meresahkan warga di Pantai Harapan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat empat orang yang diduga menjadi pengedar sabu dan telah dikenal luas oleh masyarakat setempat, berinisial D, A, S dan R.

Menurut Murnelis, aktivitas peredaran narkoba di itu sudah terjadi secara terang-terangan dan menyasar banyak kalangan, termasuk anak muda. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tak boleh dibiarkan berlarut-larut karena semakin merusak generasi penerus.

“Kami akan berkoordinasi dengan DAD Kabupaten untuk membahas kemungkinan penindakan melalui adat, mengingat persoalan narkoba di Kotim sudah sangat memprihatinkan,” tegasnya. (Nardi)

baca juga ...  PMI Kotim Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga, Didukung Ketua Komisi II DPRD Kalteng

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!