SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut lebih dari 3.500 warga telah terdata sebagai penderita Diabetes Melitus (DM). Lonjakan jumlah tersebut disebut sangat dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang belum sehat dan berbagai kebiasaan yang tidak disadari memicu peningkatan risiko.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan bahwa banyak faktor menyebabkan risiko diabetes meningkat dari waktu ke waktu.
“Konsumsi gula berlebihan, minim olahraga, obesitas, tekanan darah tidak terkendali, hingga kebiasaan merokok menjadi pemicu yang paling banyak ditemukan pada warga dengan diabetes,” kata Umar, Jumat 28 November 2025.
Umar Kaderi, yang juga menjabat sebagai Plt Sekda Kotim ini menjelaskan, sebagian masyarakat masih menganggap konsumsi makanan manis dan minuman berpemanis sebagai hal biasa. Pola makan seperti ini, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik harian, membuat tubuh kehilangan kemampuan mengendalikan kadar gula darah secara normal.
Ia menilai bahwa perubahan gaya hidup menjadi faktor terbesar yang memengaruhi jumlah temuan kasus diabetes. Stres berkepanjangan dan kurang tidur juga disebut memperparah kondisi seseorang sehingga risiko terlihat meningkat pada kelompok usia produktif maupun lansia. Banyak warga baru menyadari kondisi mereka setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain pola makan, faktor keturunan juga memainkan peran penting. Warga yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes berpotensi lebih besar mengalami penyakit yang sama jika tidak menjaga pola hidup sejak dini. Oleh sebab itu, pencegahan dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada pola makan semata.
Umar menjelaskan bahwa masyarakat perlu lebih peduli pada kesehatan harian agar risiko diabetes dapat ditekan sedini mungkin. Ia menegaskan bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat memberi dampak besar terhadap pencegahan penyakit tidak menular tersebut.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula, meningkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, menjaga berat badan ideal, cukup tidur, serta mengelola stres. Langkah-langkah tersebut dipercaya mampu menekan risiko diabetes dalam jangka panjang. (nardi)












