Bahan Peledak Ditemukan di Barak Kosong, Warga Sampit Geger

JIMMY/BERITASAMPIT - Lokasi penemuan bahan peledak di Sampit.

SAMPIT – Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten digegerkan oleh penemuan benda yang diduga bahan peledak aktif di dalam barak kosong di Jalan Kembali 4 Nomor 147, RT 022 RW 03. Penemuan mengejutkan itu terjadi pada Sabtu, 29 November 2025, ketika seorang anak yang sedang bermain tanpa sengaja membongkar lemari tua di salah satu kamar.

Barak yang sudah lama tak berpenghuni itu terakhir ditempati satu keluarga sekitar tujuh tahun lalu.

Muji (52), pemilik barak, mengatakan bahwa temuan itu bermula saat anaknya bermain di dalam salah satu kamar.

“Benda itu ditemukan anak saya di dalam lemari, terbungkus plastik. Barak itu sudah lama kosong, tak ada orang tinggal sejak tujuh tahun lalu,” ujar Muji.

Ia mengaku langsung mengamankan benda mencurigakan tersebut ke rumahnya.

Pada Senin, 1 Desember 2025, Muji kemudian melapor ke pihak kepolisian. Laporan itu ditindaklanjuti cepat oleh aparat.

Sekitar pukul 22.30 WIB, tim dari Batalyon B Satbrimob Polda tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi dan mengevakuasi benda yang diduga bahan peledak tersebut ke markas mereka.

“Sekarang barang itu sudah dibawa tim gegana,” tambah Muji.

Kapolsek Ketapang, AKP Anis, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penanganan oleh satuan Brimob.

“Sementara masih ditangani Brimob,” singkatnya.

Kini barak nomor tiga milik Muji itu telah dipasang garis polisi, dan bahan peledak itu akn dilakukan observasi apakah aktif atau tidak.

Sementara itu, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng, Kompol Tri Wibowo, belum memberikan keterangan resmi terkait jenis bahan peledak maupun hasil pemeriksaan awal.

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan soal asal-usul benda berbahaya itu, sementara proses penyelidikan masih berjalan. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar.

(Jimmy)

baca juga ...  Cegah Diabetes, Dinkes Kotim Imbau Warga Perbaiki Pola Hidup
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!