SAMPIT – Setelah dinantikan lama oleh para pengguna jalan, Jembatan Sei Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 21 akhirnya resmi dibuka pada Rabu 3 Desember 2025. Pembukaan ini menandai berakhirnya masa pembangunan yang sempat membuat arus lalu lintas tersendat di jalur vital Sampit–Pangkalan Bun.
Kasatlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim), AKP Hariyanto, mengungkapkan bahwa proses pembangunan kini telah mencapai tahap final. Berdasarkan pemantauan petugas dan koordinasi dengan pihak kontraktor, jembatan tersebut dinyatakan 100 persen selesai dan siap digunakan secara penuh, bukan lagi dalam tahap uji coba seperti sebelumnya.
“Hasil koordinasi kami dengan pelaksana di lapangan menegaskan bahwa jembatan ini dibuka secara penuh dan seterusnya mulai tanggal 3 Desember. Statusnya bukan lagi tahap hijau atau percobaan, melainkan sudah selesai dan operasional,” jelas Hariyanto
Ia mengatakan menyambut pembukaan ini, kondisi lalu lintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman KM 21 dilaporkan berjalan dengan lancar hingga saat ini. Arus kendaraan dari kedua arah, yaitu dari arah Pangkalan Bun dan Sampit, berjalan tanpa terjadinya kemacetan yang berarti.
“Alhamdulillah, lalu lintas berjalan lancar. Kami akan terus memantau dan mengantisipasi jika terjadi gangguan,” ujarnya.
Dalam menyikapi peningkatan mobilitas masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), personel Satlantas telah mengintensifkan patroli di titik-titik rawan, termasuk di sekitar jembatan yang baru dibuka tersebut. Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan dan menekan potensi kecelakaan.
Menanggai pertanyaan mengenai keberadaan jembatan darurat yang mungkin digunakan selama proses pembangunan, pihak terkait menyatakan bahwa jembatan darurat tersebut sedang dalam proses pembongkaran. Hal ini seiring dengan beroperasinya jembatan permanen Sei Lenggana.
Dengan dibukanya Jembatan Sei Lenggana, diharapkan kelancaran dan keamanan lalu lintas di kawasan tersebut dapat semakin terjamin, terutama dalam mendukung arus mudik dan aktivitas masyarakat selama masa liburan akhir tahun.
(Utomo)












