Komisi IV DPRD Kalteng Soroti Sejumlah Titik Rawan Saat Tinjau Jalan Lingkar Selatan–Bagendang

UTOMO/BERITA SAMPIT - Komisi IV DPRD Kalteng saat meninjau jalan ruas Jalan Sampit-Bagendang.

SAMPIT – Komisi IV DPRD (Kalteng) kembali turun ke lapangan untuk memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan sesuai harapan. Kali ini, rombongan melakukan peninjauan menyeluruh di ruas Jalan Lingkar Selatan Sampit hingga Bagendang, yang menjadi jalur penting bagi pergerakan logistik di Kabupaten Timur.

Tinjauan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV, Sirajul Rahman, bersama dua anggota komisi lainnya, Abdul Hafid dan Yetro Midel Yoseph. Mereka menelusuri sejumlah ruas jalan utama untuk melihat langsung progres pekerjaan serta fungsi jalan yang kini telah banyak dimanfaatkan pengguna, terutama kendaraan angkutan.

Anggota Komisi IV, Abdul Hafid, mengatakan bahwa jalan sudah menunjukkan perkembangan positif. Namun, ia menegaskan masih ada beberapa pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, seperti pelapisan jalan tambahan dan kelengkapan marka jalan agar lebih aman dilalui.

“Melihat kondisi jalan sudah baik. Ada hal yang harus dilanjutkan, misal pelapisan jalan dan melengkapi marka-marka jalan,” kata Abdul Hafid pada Jumat 5 Desember 2025.

Selain memantau jalan Lingkar Selatan, Hafid bersama rombongan juga meninjau ruas dari Bundaran Perdamaian hingga Bagendang, tepatnya di area Pelabuhan Pelindo. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur vital yang menghubungkan aktivitas pelabuhan dengan pusat kota, sehingga perhatian terhadap kualitas ruas sangat diperlukan.

“Meninjau ruas jalan Sampit-Bagendang dari bundaran sampai pelabuhan pelindo,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan temuan dari tinjauan yang pihaknya lalukan itu. Menurutnya terdapat beberapa titik jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

“Temuan terdapat titik jalan yang membahayakan pengguna jalan dan berharap secepatnya di tahun 2026 dimaksimalkan,” tegas Hafid.

Hafid mengatakan dengan berfungsinya jalan Lingkar Selatan Sampit diharapkan dapat menjadi solusi agar transportasi darat khususnya kendaraan angkutan tidak lagi melalui dalam kota.

“Diharapkan jalan-jalan transportasi darat tidak lagi melalui jalan kota dengan berfungsinya jalan itu,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Fraksi Nasdem Pertanyakan Asal-usul SiLPA Rp216,072 Miliar Pemprov Kalteng

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!