Dewan Ingatkan Warga Kotim Waspadai Banjir Rob dan Ancaman Predator

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Dapil 3 Eddy Mashami.

SAMPIT – Tingginya banjir rob yang melanda wilayah selatan (Kotim) dalam beberapa hari terakhir menyita perhatian Anggota DPRD Kotim dapil 3 Eddy Mashami yang mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi kondisi tersebut.

Eddy menjelaskan bahwa banjir rob biasanya hanya berlangsung sekitar empat hingga lima jam. Meski dianggap hal yang biasa bagi masyarakat pesisir sungai dan laut, ia menegaskan bahwa kewaspadaan harus tetap diutamakan, terutama saat kondisi pasang mencapai titik tertinggi pada malam ini.

“Perkiraan malam ini adalah yang paling puncak, kami ingatkan masyarakat pesisir untuk waspada,” kata Eddy Wakil Komisi I DPRD Kotim ini.

Politisi PAN ini juga mengingatkan potensi bahaya lain yang kerap muncul bersamaan dengan banjir rob, yakni kemunculan predator seperti buaya yang dapat naik ke permukiman. 

Karena itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas di tepi sungai maupun kawasan rawan selama air pasang berlangsung.

Menurutnya, banjir rob paling dirasakan oleh warga di daerah selatan Kotim seperti Jaya Kelapa, Sebamban, Samuda, serta pesisir lainnya. 

Eddy mengapresiasi upaya BPBD yang terus memberikan imbauan dan peringatan kepada warga terkait bahaya banjir, air rob maupun cuaca ekstrem.

Sementara itu, sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir (rob) untuk wilayah Kalteng pada 6–13 Desember 2025. Peningkatan ketinggian air laut dipicu oleh fase perigee, yakni saat jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi, serta bertepatan dengan fase Bulan purnama sehingga pasang maksimum menjadi lebih tinggi dibanding biasanya.

Dalam analisis , daerah berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan dan Kotim terutama wilayah Teluk Sampit sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan genangan di wilayah rendah, memperlambat aktivitas pelabuhan, hingga mengganggu kegiatan masyarakat pesisir.

baca juga ...  Dewan Desak PT Agrinas Libatkan Masyarakat Lokal dalam KSO Perkebunan

Masyarakat diminta tetap waspada, siaga, dan terus memantau informasi resmi untuk mengantisipasi dampak kenaikan air laut yang mungkin meluas. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!