IMI Kotim Tegaskan Road Race Tahun Ini Jadi Gelaran Terakhir di Taman Kota Sampit!

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua IMI Kotim Angga Aditya Nugraha bersama panitia road race saat diwawancarai.

SAMPIT – Gelaran road race di Taman Kota Sampit dipastikan menjadi yang terakhir. Ikatan Motor Indonesia (IMI) (Kotim) menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar penataan lokasi, melainkan langkah strategis menuju persiapan Porprov 2026 sekaligus mendorong pembangunan sirkuit resmi yang selama ini mangkrak.

Ketua IMI Kotim, Angga Aditya Nugraha, mengatakan seluruh arahan teknis hasil rapat koordinasi dengan Pemkab Kotim pada Selasa 9 Desember 2025, siap dijalankan.

“Taman kota adalah ruang publik, namun mengingat persiapan Porprov 2026, maka sangat perlu penjaringan atlet muda,” ujarnya.

Karena itu event ini menjadi yang terakhir di taman kota, IMI mendorong pemerintah menyiapkan fasilitas yang lebih representatif yaitu menyelesaikan permasalah pembangunan sirkuit yang mangkrak.

Keputusan final dalam rapat koordinasi mengharuskan area depan Klinik Obor Terapung benar-benar steril dari penonton, serta garis start–finish dipindahkan ke Jalan S Parman, begitu pula panggung dan VIP.

Angga menyampaikan apresiasi kepada Setda Kotim yang telah memfasilitasi dialog antara panitia dan pihak Gereja Katolik Don Bosco maupun Klinik Obor Terapung.

“Kami menghargai masukan semua pihak. Gereja dan yayasan klinik juga terima kasih karena mendukung kegiatan ini terima kasih dan apresiasi juga untuk panitia yang siap memenuhi ketentuan dan kesempatan yang dihasilkan,” ujarnya.

Ketua Club Cipta Mentaya Production, M. Hasbi, selaku panitia penyelenggara, menyatakan bahwa perubahan jalur termasuk pemindahan garis start ke S Parman bukan masalah besar. Ia menjelaskan bahwa dahulu road race titik start pernah berada di depan eks Mentaya atau Jalan S Parman, jauh sebelum dipindahkan ke Yos Sudarso.

“Dulu start di depan eks Mentaya, pindah ke Yos Sudarso karena lebih lebar dan penonton membludak di garis finish. Untuk tahun ini kita kembali ke pola lama, start di S. Parman,” ujarnya.

Ini juga akan memudahkan akses ambulans atau ke klinik karena memecah konsentrasi kerumunan penonton tidak lagi di depan klinik dan akan ditutup pagar.

Panitia memastikan koordinasi dengan petugas keamanan akan diperketat untuk mensterilkan area depan klinik. “Yos Sudarso tahun ini akan kami clear-kan dari penonton. Kami maksimalkan pengamanan terutama di jalur yang menjadi akses ,” tegasnya.

Hasbi juga mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Berbeda dari tahun sebelumnya, jumlah pembalap sudah melampaui 250 peserta, datang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Papua, Sulawesi, hingga seluruh provinsi di Kalimantan. “Lebih dari lima pembalap juga hadir. Penonton diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Kalau melihat dari tiket sekitar 30 persen populasi penonton,” jelasnya.

(Nardi)

baca juga ...  Misteri Hilangnya Anggota Intel Polres Kotim: Keluarga Gagal Lapor, SPKT dan Propam Saling Lempar!

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!