Akses Ditutup Event Road Race, Pasien Klinik Obor Terapung Terpaksa Putar Arah

UTOMO/BERITA SAMPIT - Akses jalan Pemuda menuju Klinik Obor Terapung yang ditutup.

SAMPIT – Penyelenggaraan event road race di Kota Sampit menuai keluhan warga, khususnya pasien Klinik Obor Terapung. Penutupan sejumlah ruas jalan pada Sabtu, 13 Desember 2025, dinilai menyulitkan akses menuju fasilitas tersebut dan berpotensi mengganggu pelayanan medis.

Salah seorang pasien, Hairul, mengaku harus memutar cukup jauh untuk bisa mencapai klinik karena akses utama ditutup penyelenggara. Kondisi ini menurutnya cukup merepotkan, terlebih bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

“Untuk menuju ke sini perlu mutar-mutar, jadi sedikit ada gangguan,” keluh Hairul saat ditemui di lokasi.

Diketahui sebelumnya telah dilaksanakan rapat audiensi yang digelar di ruang rapat gedung B kantor Bupati Timur (Kotim) saat membahas tentang event balap motor tersebut.

Rapat audiensi yang digelar pada 9 Desember 2025 lalu menghasilkan beberapa catatan seperti penutupan sebagian Yos Sudarso dari Jalan S Parman Sampai Jalan Pemuda selebar 2,5 meter dan penyelenggara memastikan wilayah itu steril.

Berdasarkan pantauan Berita Sampit di lokasi, ternyata catatan dari hasil rapat audiensi tidak sesuai. Akses menuju Klinik Obor Terapung dari jalan Pemuda ditutup oleh penyelenggara.

“Dari jalan pemuda ini tadi. Mutar, balik lagi ke Jalan S Parman, karena dari jalan pemuda tidak bisa dilewati,” ujar Hairul.

Hal senada juga disampailan pasien lain yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengeluhlan hambatan ini dikhawatirkan mengganggu kelancaran pelayanan, terutama bagi pasien dengan kondisi darurat atau janji medis yang telah terjadwal.

“Kalo ada kondisi darurat bisa repot jadinya,” ungkapnya.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Berita Sampit diketahui hari ini ada sebanyak 20 orang pasien yang mendaftar, dua orang diantaranya harus menjalani rawat inap.

Menurut salah seorang perawat, pelayanan tidak sepenuhnya terganggu meski demikian pihaknya harus lebih konsentrasi saat melakukan pemeriksaan kepada pasien.

“Lancar saja, paling harus lebih konsentrasi,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Disdik Kotim Tekankan Peran Penting Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!