PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pemuda Dayak memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Hal tersebut disampaikannya saat mengukuhkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemuda Dayak (Perpedayak) Pasukan Lawung Bahandang Masa Bakti 2025-2030 dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) organisasi tersebut di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa, 16 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menekankan bahwa nilai-nilai budaya Dayak, seperti Huma Betang dan Penyang Hinje Simpei, bukan sekadar simbol, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Nilai-nilai kearifan lokal Dayak mengajarkan kita untuk hidup berdampingan dalam keberagaman, saling menghormati, dan bergotong royong membangun daerah,” ujar Gubernur.
Ia menyampaikan bahwa pemuda Dayak dituntut untuk tampil sebagai generasi yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya.
Gubernur Agustiar Sabran juga mengajak Perpedayak Pasukan Lawung Bahandang untuk berperan aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan daerah tertinggal di Kalimantan Tengah.
“Pembangunan yang kita dorong harus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemuda Dayak memiliki tanggung jawab moral untuk turut membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan ketertinggalan,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas daerah di tengah dinamika sosial dan politik nasional.
Ia berharap organisasi kepemudaan Dayak dapat menjadi perekat sosial serta garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mari kita bergandengan tangan, manggatang utus, membangun Kalimantan Tengah dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.
(Sya'ban)












