Perayaan Natal di Berujung Penganiayaan, Warga Luka Diserang Air Gun dan Parang

IST/BERITASAMPIT - Ipda Oxana Licanissya meminta keterangan korban penganiayaan di Pos Polisi Bundaran Besar, Kota , usai penganiayaan yang terjadi saat perayaan Natal, Kamis, 25 Desember 2025.

– Kunjungan dalam rangka perayaan Natal di Kota , (Kalteng), berakhir tragis setelah seorang warga menjadi korban penganiayaan brutal oleh terduga pelaku yang menggunakan senjata jenis air gun dan senjata tajam.

Pamapta III Polresta , Ipda Oxana Licanissya, menjelaskan bahwa pihaknya bersama personel SPKT dan piket fungsi bergerak cepat mengevakuasi korban setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Korban kami jemput di Pos Polisi Bundaran Besar untuk segera mendapatkan pertolongan, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani perawatan medis dan visum,” jelas Ipda Oxana saat dihubungi, Jumat, 26 Desember 2025.

Korban diketahui berinisial HOH, sementara terduga pelaku berinisial JRP. penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan G. Obos XIX A, Kota , Kamis, 25 Desember 2025.

Ipda Oxana menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula saat korban bersama saksi mendatangi rumah kerabat untuk merayakan Natal. Korban bersama pacarnya mengunjungi rumah terduga pelaku, di mana istri pelaku merupakan keponakan dari pacar korban.

Menurut Ipda Oxana, ketegangan muncul ketika terduga pelaku terlibat cekcok dengan istrinya terkait permintaan pembelian minuman beralkohol. Situasi kemudian memanas saat korban dan saksi berada di teras rumah.

“Terlapor kemudian mengambil senjata jenis air gun yang disimpan di dalam mobil dan memukulkannya ke bagian kepala korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, terduga pelaku juga sempat menodongkan air gun ke arah kening korban sebelum korban berhasil merebut senjata tersebut dan melarikan diri. Namun, pelaku mengejar korban sambil membawa senjata tajam jenis parang.

“Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek sepanjang kurang lebih 2,5 sentimeter di bagian kepala,” ungkap Ipda Oxana.

Lebih lanjut, Ipda Oxana menyampaikan bahwa petugas Polresta telah melakukan pendataan, mengamankan keterangan saksi, serta melakukan langkah penyelidikan lanjutan.

“Terakhir, pelaku telah diamankan di Polsek Pahandut,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga serta memastikan kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, khususnya pada momen hari besar keagamaan.

(Sya'ban)

baca juga ...  952 Ton Beras SPHP Disalurkan ke Kalteng Lewat Gerakan Pangan Murah Serentak
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!