SAMPIT – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam memperluas akses energi mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Fraksi PAN Eddy Mashamy.
Ia menyampaikan penghargaan kepada Bupati Kotim Halikinnor atas dukungan penuh dan gerak cepat dalam menyukseskan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025.
Dengan kebijakan tersebut, sebanyak 803 rumah tangga di Kabupaten Kotim kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan akses listrik gratis. Dukungan tersebut diwujudkan melalui surat resmi Bupati Kotim nomor 500.10.17/696/Setda.SDA/2025.
Menurut Eddy, langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Akses listrik bukan sekadar fasilitas dasar, tetapi juga fondasi penting untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan warga,” kata Eddy, Senin 29 Desember 2025.
Apresiasi juga disampaikan kepada Anggota DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie yang memprakarsai dengan gigih memperjuangkan aspirasi energi masyarakat Kalimantan Tengah di tingkat pusat. Peran aktif tersebut dinilai menjadi faktor penting masuknya program BPBL ke Kotim.
Selain itu, Eddy turut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas usulan strategis melalui surat nomor 671/1023/IV.3/DESDM. Usulan tersebut disebut menjadi jembatan penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Kotim menegaskan komitmennya dalam memerangi ketimpangan akses energi melalui dukungan penuh terhadap Program BPBL 2025. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, dan DPR RI.
Pemerintah menegaskan program BPBL bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi di Bumi Habaring Hurung.
“Kami berharap fasilitas listrik ini dapat dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung kegiatan produktif maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujarnya.
Tidak hanya menyasar rumah tangga, tahun 2025 juga menjadi momentum percepatan listrik masuk desa. Melalui program Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Kalimantan Tengah, sebanyak 12 desa di Kabupaten Kotim dipastikan akan segera teraliri listrik oleh PT PLN (Persero).
“Sinergi lintas sektor ini adalah bukti bahwa kepentingan rakyat menjadi prioritas utama. Dengan masuknya listrik ke desa–desa dan rumah warga, kita berharap roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat, anak-anak bisa belajar dengan lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar dewan Dapil 3 Kotim ini.
Dengan semangat “Kotim Terang, Rakyat Sejahtera”, pemerintah daerah dan DPRD berharap program ini menjadi amal bakti bersama yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh masyarakat Kotim.
(Nardi)












