PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Aryawan, menyatakan optimistis seluruh program PMD pada tahun 2026 tetap dapat berjalan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Iya optimis meskipun volumenya kurang tetap tetap harus ada. Enggak mungkin hanya duduk manis terima gaji, terima tunjangan. Enggak mungkin kan,” ujar Aryawan, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia mencontohkan, salah satu program pelatihan aparatur pemerintah desa yang sebelumnya menargetkan 1.000 peserta kemungkinan hanya dapat menjangkau sekitar 300 orang di seluruh Kalimantan Tengah. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan anggaran, tanpa menghilangkan pelaksanaan program.
“Misalnya target kita 1000 nih aparatur pemerintah desa yang kita latih misalnya karena menyesuaikan anggaran mungkin sekitar 300 orang lah se Kalteng. Tapi tetap ada. Tetap optimis kita meskipun anggaran sedikit tetap jalan,” jelasnya.
Lebih lanjut Aryawan menyampaikan, seluruh program pada dinasnya pada tahun anggaran 2025 tetap mampu mencapai target meskipun dilakukan penyesuaian volume kegiatan akibat efisiensi anggaran.
“Alhamdulillah kalau masalah kita di tahun 2025 ada enam kali perubahan anggaran alhmdulillah kita tercapai,” ujar Aryawan, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia menjelaskan, penyesuaian dilakukan dengan mengurangi volume kegiatan, namun tidak menghilangkan program yang telah direncanakan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar target kinerja tetap dapat dicapai meski dengan keterbatasan anggaran.
Ya itu tadi volume kita kurangi tapi tetap ada. Karena kita kan ada targetnya kinerja kita. Ketika kita tidak mencapai target tapi karena alasan anggaran ini kan pengurangan kita tetap jalan,” pungkasnya.
(Syauqi)












