PALANGKA RAYA – Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti mencatat pada Desember 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 3,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 3,31 persen dengan IHK sebesar 109,60. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 2,66 persen dengan IHK sebesar 108,67,” ucapnya saat memimpin presslist BPS, Senin 5 Januari 2026.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,60 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,09 persen.
“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,29 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,35 persen, kelompok pakaian
dan alas kaki sebesar 1,84 persen, kelompok transportasi sebesar 1,78 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,24 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,00 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,76 persen,” tambahnya.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen.
“Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2025 sebesar 1,04 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) Desember 2025 sebesar 3,13 persen,” ungkapnya. (yud)












