SAMPIT – Insiden penembakan terhadap petugas keamanan di kawasan PT Karya Makmur Bahagia (KMB), Kecamatan Antang Kalang, kembali terjadi.
Peristiwa terbaru ini menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang menimpa satuan pengamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Terbaru, pada Minggu malam, 28 Desember 2025, seorang satpam PT KMB berinisial Mt ditembak oleh pelaku di Pos Gagak. Tidak hanya itu, para pelaku juga membakar sepeda motor petugas jaga serta sebagian bangunan pos keamanan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kepolisian Resor Kotim menyatakan, aksi penembakan tersebut dilakukan oleh tiga orang pelaku, dua di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.
Polisi masih mendalami motif pelaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kotim, AKP Sugiharso, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung.
“Belum, masih olah tempat kejadian perkara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 5 Januari 2025.
Sementara pelaku penembakan diketahui merupakan seorang pria dewasa berinisial Rk. Dari tangan para pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa senjata jenis PCP.
Namun, kasus penembakan satpam di PT KMB bukanlah yang pertama. Pada Oktober 2016 lalu, publik Kotim dikejutkan dengan penembakan yang menewaskan Edmondus, seorang anggota satuan pengamanan PT KMB. Dalam peristiwa itu, satu satpam lainnya, Hamdan, juga mengalami luka tembak di bagian tangan.
Penembakan pada 2016 tersebut terjadi di pos penjagaan KM 18 Gunung Makmur, Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang.
Saat kejadian, kedua korban sedang terlelap tidur di pos jaga sebelum ditembak oleh pelaku yang diduga berjumlah dua orang dan menggunakan penutup kepala.
Hasil otopsi saat itu menunjukkan Edmondus ditembak dari jarak dekat menggunakan senjata api rakitan atau yang dikenal warga setempat sebagai dum-duman. Kerasnya ledakan peluru menyebabkan tengkorak korban pecah, sehingga ia meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan.
Meski telah dilakukan penyelidikan, kasus penembakan yang menewaskan Edmondus hingga kini belum terungkap. Pelaku penembakan pada 2016 tersebut tidak pernah tertangkap, sehingga menyisakan tanda tanya besar dan trauma mendalam bagi petugas keamanan serta masyarakat sekitar.
Berulangnya kasus penembakan satpam di kawasan PT KMB memunculkan kekhawatiran terkait aspek keamanan di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa, termasuk membuka kembali kasus lama yang hingga kini belum menemukan pelaku. (Nardi)












