SAMPIT – Safari Dakwah bertajuk Kisah Inspiratif yang digelar di Masjid Wahyu Al Hadi SampitIslamic Center Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sabtu 17 Januari 2026, berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari ratusan jamaah. Kegiatan ini menghadirkan Bunda Hajjah Dewi Yull, artis legendaris tanah air yang kini aktif dalam dakwah dan dikenal sebagai sosok ibu inspiratif.
Safari Dakwah ini diselenggarakan Yayasan Ikatan Instruktur Pengajar Al-Qur'an dan Hadits (IKPAH) Indonesia bekerja sama dengan PD Salimah Kotim. Mengangkat tema Manajemen Qalbu Menghadapi Tantangan dan Ujian di Era Digital, kegiatan tersebut diikuti jamaah dari Sampit dan sekitarnya, khususnya kalangan ibu-ibu.
Pelaksana Tugas Assisten I Setda Kotkm Oktav Pahlevi menekankan pentingnya manajemen qalbu di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, tantangan zaman tidak hanya datang dari aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga dari derasnya informasi dan pergaulan yang dapat memengaruhi keseimbangan hati dan pikiran.
“Karena itu, penguatan iman dan akhlak menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam kajiannya, Dewi Yull menegaskan bahwa ujian kehidupan bukan hanya berkaitan dengan ekonomi dan kesehatan, tetapi juga ujian hati.
Ia mengingatkan bahwa teknologi, khususnya media sosial, jika tidak dikelola dengan bijak dapat menggoyahkan qalbu dan ketenangan batin.
“Ketenangan hidup tidak ditentukan dari seberapa canggih teknologi yang dimiliki, melainkan seberapa dekat seseorang dengan Allah dan seberapa kuat pondasi akhlaknya,” ujar Dewi Yull di hadapan jamaah.
Dewi Yull juga berbagi kisah perjuangannya sebagai ibu dari anak-anak penyandang disabilitas. Ia mengajak para orang tua untuk lebih bersyukur atas amanah yang diberikan Allah SWT serta lebih berhati-hati dalam mendidik anak sebagai anugerah terbesar dalam kehidupan.
“Jika sudah dikaruniai anak-anak yang sehat dan sempurna, jangan pernah disia-siakan,” tuturnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya membangun karakter anak melalui tutur kata dan sikap orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kata-kata kasar dan luapan emosi di depan umum dapat melukai batin anak lebih dalam dari yang dibayangkan.
“Jangan pernah memarahi anak dengan nada tinggi di depan orang lain. Didik mereka dengan kelembutan, karena anak-anak belajar dari contoh, bukan hanya dari kata,” pesannya. (nardi)












