PALANGKA RAYA – Kelompok tani di wilayah Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, mengusulkan bantuan bibit dan alat mesin pertanian berupa kultivator. Aspirasi ini disampaikan guna mendongkrak produktivitas hasil pertanian masyarakat setempat.
“Mohon bantuan untuk kelompok tani, usulan alat Kultivator untuk olah tanah untuk tanam sayur,” ujar juru bicara Dapil V DPRD Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti, saat menyampaikan laporan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Berdasarkan hasil serap aspirasi di Balai Desa Saka Batur, Kecamatan Kapuas Hilir, masyarakat mengajukan sejumlah usulan prioritas.
Selain bantuan sarana prasarana pertanian, warga mengharapkan peningkatan kualitas jalan poros desa dari batu menjadi aspal, mulai dari wilayah RT 02 hingga RT 07.
Sektor pemberdayaan perempuan juga menjadi sorotan. Kamayanti mengungkapkan adanya aspirasi dari kelompok Posyandu.
“Ibu-ibu kelompok posyandu mengusulkan supaya posyandu ada mendapat bantuan kegiatan berupa pelatihan dan keterampilan untuk menggiatkan dan mengaktifkan anggota posyandu,” tuturnya.
Selain itu, petani mengeluhkan kendala administratif terkait kartu tani yang sudah tidak aktif, sehingga mereka kesulitan mendapatkan alokasi pupuk. Masyarakat juga mengharapkan bantuan bibit sayuran seperti kacang panjang, cabai, dan komoditas lainnya.
Kondisi serupa ditemukan di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala. Warga mengusulkan pengadaan ambulans, mobil jenazah, serta perbaikan jalan poros desa dan jembatan. Di sektor keagamaan, pembangunan tempat ibadah juga memerlukan perhatian pemerintah.
“Mohon bantuan pembangunan Mushola Miftahul Jannah, karena sejak tahun 2000 sampai sekarang pembangunan belum selesai, masih 40% lagi belum terselesaikan,” tambah Kamayanti.
Khusus untuk petani di wilayah ini, diperlukan perbaikan tata kelola air yang berbatasan langsung dengan Sungai Kapuas melalui pembuatan galangan atau tanggul persawahan, serta pengadaan mesin traktor bagi kelompok tani.
Sementara itu, di Desa Sei Asem, Kecamatan Kapuas Hilir, persoalan gagal panen menjadi isu utama. “Usulan bantuan pupuk dan obat-obatan untuk pertanian hasil tanaman padi karena hasil panen tidak maksimal dan banyak gagal panen,” ungkapnya.
Aspirasi lain yang diserap meliputi usulan perahu mesin (kelotok) dan alat tangkap bagi kelompok nelayan, pembangunan Kantor Desa Sei Asem, hingga pengerasan jalan tembus di wilayah tersebut.
(Syauqi)












