Rahmanto Muhidin Pimpin DPW PKB Kalteng, Habib Ismail: Figur yang Memang Dipersiapkan

IST/BERITASAMPIT - Wakil Bupati , Rahmanto Muhidin, sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2026-2031.

– Penunjukan Wakil Bupati , Rahmanto Muhidin, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2026-2031 dinilai sebagai keputusan yang tepat dan telah lama dipersiapkan oleh partai.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Syuro DPW PKB Kalteng, Habib Ismail bin Yahya, menanggapi penetapan Rahmanto oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

“Ini memang sosok yang kita harapkan. Rahmanto adalah kader yang sejak awal dipersiapkan untuk memimpin PKB ke depan,” ujar Habib Ismail saat dihubungi Berita Sampit melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu, 25 Januari 2026.

Habib Ismail menegaskan, Rahmanto merupakan kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap partai dan terpilihnya Rahmanto sejalan dengan aspirasi kader PKB di .

“Dia kader tulen dan loyal terhadap partai. Terpilihnya Rahmanto juga sesuai dengan keinginan teman-teman,” katanya.

Ia mengungkapkan, pengunduran dirinya dari bursa calon Ketua DPW PKB Kalteng menjadi salah satu faktor yang membuka jalan bagi Rahmanto untuk maju.

“Salah satu alasan saya mundur kemarin supaya Rahmanto bisa diorbitkan. Karena kalau saya tidak mundur, Rahmanto tidak mau mencalonkan diri,” jelasnya.

Ke depan, Habib Ismail menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi PKB di , baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita targetkan minimal naik dua kali lipat di kabupaten dan kota, setidaknya bisa meraih kursi Ketua atau Wakil Ketua DPRD. Untuk provinsi, targetnya delapan kursi. Kita sudah belajar dari Pemilu dan 2024, kita tahu di mana kelemahan kita, padahal PKB ini partai besar,” ujarnya.

Terkait posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro, Habib Ismail mengaku sempat berniat untuk mundur dari aktivitas dan lebih fokus pada kegiatan keagamaan.

“Saya sebenarnya ingin pensiun dari , menikmati masa tua, fokus ibadah, majelis taklim, dan pesantren yang saya urus. Tapi DPP dan Rahmanto masih meminta saya tetap di Dewan Syuro, jadi saya oke-kan dulu,” katanya.

Ia menambahkan, pelantikan pengurus DPW PKB Kalteng akan dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus DPW PKB se-Indonesia di Jakarta pada 1-3 Februari 2026. Untuk tingkat daerah, agenda pelantikan akan dilaksanakan menjelang Ramadan.

Terkait posisi bendahara yang tidak berasal dari lima bakal calon Ketua DPW, Habib Ismail menjelaskan bahwa jabatan tersebut membutuhkan figur yang memiliki pemahaman khusus.

“Bendahara itu idealnya bukan orang yang sejak awal bersaing dengan ketua. Harus orang yang paham keluar masuk keuangan dan mengerti akuntansi. Saya sarankan ke Rahmanto, pilih orang dekat yang bisa dipercaya,” ujarnya.

Sebelumnya, DPP PKB secara resmi menetapkan Rahmanto Muhidin sebagai Ketua DPW PKB periode 2026-2031.

Dalam struktur kepengurusan, H. Wiwin Susanto ditunjuk sebagai Sekretaris dan Reno sebagai Bendahara. Sementara Habib Ismail bin Yahya dipercaya sebagai Ketua Dewan Syuro dengan KH. Achmad Nasiri sebagai Sekretaris Dewan Syuro.

Rahmanto menyampaikan bahwa penetapan dirinya sebagai ketua DPW melalui mekanisme Uji Kompetensi dan Kemampuan (UKK) yang digelar DPP PKB dalam dua tahap, yakni pada 22-23 Desember 2025 dan 9-14 Januari 2026.

Kepengurusan DPW PKB Kalteng periode 2026-2031 kemudian disahkan melalui Surat Keputusan DPP PKB Nomor 7890/DPP/01/2026.

Dalam arahan DPP PKB, lanjut Rahmanto, dirinya diminta untuk menguatkan peran PKB sebagai partai yang mengedepankan kehadiran. Konsep tersebut menekankan pentingnya kehadiran kader PKB, baik di lembaga eksekutif maupun , dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kader PKB harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana atau ketika warga menghadapi kesulitan. Kehadiran itu juga diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Sekolah di Pelosok Kalteng Kini Miliki Ruang Kelas Layak, Motor Dinas, dan Internet Starlink
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!