Anggaran Pendidikan Kalteng 2026 Turun Lebih Rp1 Triliun, Disdik Terapkan Skala Prioritas

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

Anggaran pendidikan Provinsi (Kalteng) pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sebesar Rp2,3 triliun pada 2025, anggaran pendidikan tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp1,3 triliun atau berkurang lebih dari Rp1 triliun.

Kondisi tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat Rapat Koordinasi Pengawas SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng Tahun 2026 di Aula Berkah Dinas Pendidikan Kalteng, , Rabu, 28 Januari 2026.

Reza menegaskan, penurunan anggaran tersebut menuntut penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih terarah dan berbasis skala prioritas agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal.

“Yang pertama kita pikirkan adalah kebutuhan 99 ribu siswa-siswi kita di . Setelah itu baru kita pikirkan 10 ribu guru-guru kita, kesejahteraannya, dan peningkatan kapasitasnya. Pendidikan ini tidak bisa dibangun sendiri-sendiri,” tegasnya.

Menurut Reza, keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga mutu pendidikan. Karena itu, seluruh program dan kegiatan pendidikan harus disusun secara selektif dan berorientasi pada kebutuhan paling mendasar.

Ia menekankan bahwa prioritas utama diarahkan pada keberlangsungan proses belajar mengajar agar tetap berjalan dengan baik di seluruh satuan pendidikan.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan dan kapasitas tenaga pendidik tetap menjadi perhatian meskipun dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Dalam sambutannya, Reza juga menyampaikan refleksi awal masa jabatannya sejak 13 Desember 2023, yang menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

“13 Desember itu menjadi momentum bagi saya untuk berpikir bahwa kehadiran saya harus berdampak. Bukan hanya untuk bapak ibu semua yang saya pimpin, tetapi terutama untuk siswa dan siswi kita, juga guru-guru kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat dibangun secara parsial dan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah, tenaga pendidik, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Menutup sambutannya, Reza mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk tetap menjaga semangat pengabdian di tengah keterbatasan anggaran.

“Kita hidup satu kali dan mati satu kali. Kalau pekerjaan ini hanya dianggap formalitas, pendidikan kita tidak akan maju,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Kalteng dan NTB Berbagi Strategi Pertahankan Opini WTP
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!