Dinkes Kalteng Tegaskan Pentingnya PIDI dan PIDGI

IST/BERITASAMPIT - Dinas Provinsi mengikuti kegiatan Pemulangan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) secara daring melalui zoom meeting.

– Dinas Provinsi menegaskan pentingnya Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) sebagai tahapan strategis dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan siap mengabdi di daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Provinsi , dr. Damar Pramusinta, MPH, mewakili Kepala Dinas Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul, dalam sambutannya mengatakan, Program Internsip di telah dimulai sejak tahun 2014 dan merupakan bagian dari pelatihan keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi pelayanan primer. Program ini bertujuan memahirkan kompetensi dokter dan dokter gigi setelah mereka menyelesaikan pendidikan kedokteran dasar.

“Program Internsip Dokter Indonesia dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia merupakan tahap penting untuk memantapkan kompetensi yang telah dicapai oleh dokter dan dokter gigi sebelum terjun secara mandiri ke masyarakat,” ucapnya pada kegiatan Pemulangan Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan I Periode I Februari 2025 dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia Angkatan III Agustus 2025, yang digelar melalui zoom meeting di , Senin 2 Februari 2026.

Pelaksanaan program internsip dilakukan di fasilitas pelayanan , baik rumah sakit maupun puskesmas, yang telah memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai wahana internsip oleh Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat.

“Program ini dilaksanakan di Fasyankes rumah sakit dan puskesmas yang telah disahkan sebagai wahana internsip, sehingga mutu pembelajaran dan pelayanan tetap terjaga,” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program internsip di , mulai dari jajaran Dinas , rumah sakit, puskesmas, hingga para dokter pendamping.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terbaik, khususnya kepada para dokter pendamping atas pendampingan dan kerja samanya, sehingga program ini bermanfaat dalam meningkatkan kemandirian peserta dokter internsip,” lanjutnya.

Selain itu juga dalam hal ini mengajak para dokter dan dokter gigi yang telah menyelesaikan program internsip untuk kembali mengabdi di . Ia menegaskan bahwa daerah ini masih mengalami kekurangan tenaga medis, terutama di fasilitas pelayanan tingkat pertama.

“Berdasarkan data Dreams Kementerian per Januari 2026, terdapat empat puskesmas yang belum terisi dokter serta 74 puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi. Kami berharap para dokter dan dokter gigi yang telah menyelesaikan internsip bersedia mengisi kekosongan tersebut, baik melalui penugasan khusus tim atau individu maupun melalui penugasan khusus kabupaten dengan dukungan anggaran daerah,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Luncurkan Aplikasi Huma Betang untuk Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!