DPRD Kotim Kunker ke , Bahas Tata Ruang hingga Dugaan Izin Ilegal Perkebunan

IST/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Eddy Mashamy kunjungan kerja ke Kabupaten .

SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) (Kotim) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten untuk berkoordinasi lintas daerah terkait persoalan perizinan perkebunan yang diduga bermasalah secara .

Kunjungan kerja tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kotim, Eddy Mashamy melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten .

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya terkait keberadaan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang diduga ilegal, beroperasi tanpa kelengkapan izin.

“Serta pelaksanaan penertiban kawasan hutan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di wilayah Kabupaten ,” kata Eddy, Selasa 3 Februari 2026.

Selain persoalan perizinan, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan sektor pertanian yang dinilai sebagai langkah strategis dan krusial. Sektor pertanian disebut masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di wilayah dan sekitarnya.

Eddy Mashamy menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antar daerah, terutama karena setiap kabupaten memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berbeda. Koordinasi lintas daerah dinilai perlu agar kebijakan pengelolaan lahan tidak saling bertabrakan.

Ia juga menyoroti karakteristik lahan di Kabupaten yang didominasi oleh lahan gambut dan pasang surut. Menurutnya, konsultasi teknis dengan dinas terkait sangat diperlukan guna menghindari kesalahan dalam pengelolaan lahan pertanian.

Dinas Pertanian dapat memberikan arahan terkait legalitas pemanfaatan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), termasuk aspek perizinan dan tata kelolanya.

Pembahasan juga mencakup jaringan pasar dan rantai pasok hasil pertanian. Koneksi dengan pembeli skala besar, off-taker, Bulog, serta program kemitraan yang dapat membantu menjaga stabilitas harga jual hasil panen petani.

Selain itu, koordinasi juga menyentuh isu penanganan hama dan dampak perubahan iklim. Informasi peringatan dini terkait Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta penyesuaian kalender tanam berdasarkan prakiraan cuaca lokal dinilai sangat membantu dalam meminimalisir risiko gagal panen.

baca juga ...  DPRD Kotim Dampingi Poktan Mentaya Hilir Selatan Terima Bantuan Mesin Pertanian

Eddy Mashamy menegaskan, membangun hubungan baik dengan pemangku kebijakan di daerah lain seperti Kabupaten bukan semata urusan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan demi keberlanjutan pembangunan di masa mendatang. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!