PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menegaskan komitmennya menjaga efektivitas belanja daerah di tengah keterbatasan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Seluruh Perangkat Daerah (PD) diminta menyesuaikan pola belanja dengan kondisi keuangan daerah yang semakin terbatas.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa'i melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Tony Harisinta pada Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordal) Pelaksanaan Pembangunan Triwulan IV Tahun Anggaran 2025, Rabu 4 Februari 2026.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Tahun Anggaran 2025 merupakan periode yang penuh tantangan. Kebijakan efisiensi anggaran nasional serta penurunan dana transfer pusat berdampak langsung pada ruang fiskal daerah, sehingga dibutuhkan pengelolaan anggaran yang lebih cermat, terukur, dan bertanggung jawab.
Efisiensi belanja, menurut Bupati, harus dilakukan secara nyata, terutama pada pos-pos yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Belanja perjalanan dinas, kegiatan rapat, serta pemeliharaan dan perawatan sarana perkantoran menjadi sektor yang harus dikendalikan secara ketat oleh masing-masing PD.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak menghambat pelaksanaan program strategis. Seluruh PD tetap diwajibkan memprioritaskan program nasional dan daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti swasembada pangan, makan bergizi gratis, program tiga juta rumah, koperasi merah putih, sekolah rakyat, pengendalian inflasi, pencegahan stunting, hingga penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Selain pengendalian belanja, pemerintah daerah juga diminta lebih aktif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mencari alternatif sumber pendanaan lain guna menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau.
Rakordal Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dalam memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran di tengah tekanan fiskal. (denny)












