KUALA KAPUAS – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memperkuat penanganan Tuberkulosis (TB) melalui rapat koordinasi lintas sektor sebagai tindak lanjut hasil rapat rencana aksi daerah penanggulangan TB Kabupaten Kapuas. Komitmen tersebut disampaikan pihak rumah sakit Jumat, 6 Februari 2026, usai pelaksanaan rapat.
Rapat koordinasi antar sektor tersebut dilaksanakan di Aula Gedung Manajemen RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Jalan Tambun Bungai No. 16, Kabupaten Kapuas.
Kegiatan dipimpin oleh Perwakilan Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan, Kastalani, SKM, MAP, serta dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, staf terkait, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Netty Kuswara, SKM, selaku Pengelola Program Tuberkulosis.
Kastalani menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk menata kembali alur pelayanan pasien TB agar mendapatkan penanganan khusus dan terpisah dari pasien lainnya, sehingga risiko penularan dapat diminimalkan di lingkungan rumah sakit.
“Terkait bangunan ruang isolasi yang telah selesai dibangun pada tahun 2025, akan segera kami optimalkan sebagai ruang isolasi, termasuk untuk pasien TB paru. Dengan demikian, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain,” ujar Kastalani.
Ia menambahkan, RSUD Kapuas juga menyiapkan ruang isolasi khusus di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan alur pelayanan tersendiri bagi pasien TB paru, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan sekaligus mendukung penanggulangan penyebaran Tuberkulosis di Kabupaten Kapuas. (denny)












