SAMPIT – Penjualan tiket kapal laut di Pelabuhan Sampit mulai menunjukkan lonjakan signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah penumpang yang berangkat maupun datang dalam beberapa hari terakhir.
Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Siti Nafillah, mengungkapkan bahwa pada Minggu, 1 Maret, kapal dengan rute Sampit–Surabaya memberangkatkan sebanyak 617 penumpang. Sementara itu, kapal yang datang dari Semarang tiba sekitar pukul 16.00 WIB dengan jumlah penumpang turun sebanyak 139 orang.
“Biasanya di low season hanya sekitar 600 sampai 700 penumpang. Awal puasa ini masih normal, tapi mendekati pertengahan Maret sudah ada lonjakan 1300 tiket sudah terjual,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan dua kapal lain yang menjadi favorit pemudik yakni KM Leuser pada 14 Maret dan KM Lawit pada 16 Maret sudah mencatat jumlah penumpang di atas 1.300 orang. Bahkan posisi tiket sudah non-seat atau tanpa tempat duduk tetap.
“Untuk Leuser dan Lawit itu kemungkinan tinggal sekitar 100 orang lagi dari kapasitas maksimal. Karena kita tidak bisa melebihi kapasitas sesuai aturan KSOP,” jelasnya.
Ia menegaskan, jumlah tersebut sudah termasuk dispensasi tambahan kapasitas. Karena tanpa dispensasi hanya sampa i900 penumpang, dispensasi bisa sampai 1.400 orang.
Selama masa posko arus mudik, Pelni Cabang Sampit mencatat akan ada lima kali call kapal. Salah satunya adalah KM Kelimutu yang saat ini masih menunggu penyelesaian proses docking.
Untuk jadwal sementara, KM Kelimutu direncanakan berangkat pada 12 Maret tujuan Surabaya dan estimasi kembali pada 18 Maret. Namun jadwal final masih menunggu konfirmasi dari kantor pusat.
Lonjakan penjualan tiket juga dipicu program stimulus diskon 30 persen dari pemerintah. Program ini sudah bisa dibeli sejak 25 Februari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026.
“Kuotanya terbatas, jadi siapa cepat dia dapat. Itu juga salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat. Setiap tahun memang antusias tinggi, apalagi sekarang ada diskon,” katanya.
Pelni juga membatasi penjualan melalui agen travel dan lebih memfokuskan pembelian di loket cabang serta melalui aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik calo dan antrean panjang.
Siti Nafillah memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 16 Maret 2026 saat keberangkatan KM Lawit tujuan Sampit–Semarang.
Untuk keseluruhan periode arus mudik, posko Kementerian Perhubungan berlangsung 13–30 Maret, sementara posko internal PT Pelni dimulai 6 Maret hingga 6 April.
Dibandingkan tahun sebelumnya, Pelni Cabang Sampit memperkirakan terjadi kenaikan sekitar 5 persen. Jika sebelumnya jumlah penumpang per kapal berada di angka 1.300 orang, tahun ini diprediksi lima kapal selama arus mudik bisa melampaui angka tersebut.
“Kalau melihat tren pembelian sejak dibuka 20 Februari kemarin, memang sudah terasa peningkatannya. Jadi kami optimistis arus mudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu,” pungkasnya. (Nardi)












