PALANGKA RAYA – Cara berbeda ditempuh Naufatti Aufa dalam menyelesaikan studinya di Program Studi Ekonomi Syariah (ESY) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya. Jika sebagian besar mahasiswa menyelesaikan tugas akhir melalui skripsi, Naufatti memilih jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.
Pilihan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Artikel yang ditulisnya berhasil dipublikasikan pada Al Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, jurnal yang pada akhir 2025 diumumkan telah terindeks Scopus.
Wakil Dekan III FEBI UIN Palangka Raya, Wahyu Akbar, mengatakan bahwa banyak mahasiswa sebenarnya memiliki ide penelitian yang baik, namun sering mengalami kesulitan ketika harus menuangkannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan memenuhi standar akademik.
Menurutnya, skema artikel pengganti skripsi memberikan pengalaman belajar yang lebih terarah bagi mahasiswa karena naskah yang disusun harus mengikuti standar jurnal ilmiah, melalui proses penilaian, serta direvisi berdasarkan masukan dari reviewer.
“Bagi banyak mahasiswa, tantangan akhir studi sering bukan kekurangan ide, tetapi bagaimana mengubah ide tersebut menjadi tulisan ilmiah yang rapi, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya kepada Berita Sampit melalui Aplikasi WhatsApp, Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam proses penulisan artikelnya, Naufatti belajar menata struktur penelitian secara lebih jelas, mulai dari merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, hingga memperkuat alur argumentasi dalam tulisan.
Tahap revisi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui proses ini, mahasiswa dilatih untuk memperbaiki kualitas naskah, memperjelas batasan penelitian, serta memastikan penggunaan sumber rujukan yang tepat.
Selain itu, mahasiswa juga belajar membedakan antara klaim ilmiah yang memiliki dasar kuat dengan pernyataan yang masih bersifat opini. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ataupun menulis karya ilmiah lainnya di masa depan.
Artikel yang ditulis Naufatti mengangkat topik gig economy atau sistem kerja berbasis platform digital dengan menggunakan kerangka pemikiran Asy-Syaibani dalam tradisi ekonomi Islam.
Kajian tersebut memberikan perspektif etika ekonomi Islam dalam memahami dinamika kerja digital, termasuk bagaimana melihat aspek keadilan dalam hubungan kerja, tanggung jawab sosial, serta praktik ekonomi modern agar tetap selaras dengan nilai-nilai yang melindungi pekerja.
Keberhasilan publikasi tersebut juga menunjukkan manfaat dari kebijakan artikel pengganti skripsi yang diterapkan di FEBI UIN Palangka Raya. Skema ini mendorong mahasiswa bekerja dengan standar kualitas yang lebih jelas karena harus memenuhi ketentuan jurnal ilmiah dan melalui proses penilaian akademik.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman riset dan penulisan ilmiah yang lebih mendalam.
Dalam penyusunan artikel tersebut, Naufatti mendapat bimbingan dari Wahyu Akbar dan Hanief Monady. Para pembimbing menekankan pentingnya konsistensi dalam menulis, keterbukaan terhadap masukan, serta kesabaran dalam memperbaiki naskah hingga layak dipublikasikan.
Selain itu, penguatan kemampuan menulis mahasiswa di lingkungan fakultas juga didukung melalui kegiatan Writing Study Club. Melalui forum ini, mahasiswa dibiasakan membaca jurnal ilmiah, membuat ringkasan, menulis secara sistematis, hingga mempersiapkan naskah untuk publikasi.
Wahyu menambahkan bahwa prestasi akademik mahasiswa merupakan bagian dari budaya akademik yang terus dibangun di lingkungan FEBI UIN Palangka Raya.
Menurutnya, pembiasaan menulis ilmiah tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi proses penilaian ilmiah di dunia akademik.
Kisah Naufatti menjadi contoh bahwa dengan pendampingan yang tepat serta kebiasaan menulis yang konsisten, mahasiswa dapat menyelesaikan studi sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya bahwa menulis artikel ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal bereputasi bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Wahyu Akbar.
(Sya'ban)












