PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan. Program tersebut meliputi sekolah gratis, kuliah gratis, hingga pengembangan pendidikan vokasi khusus di sektor pertanian.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa peluncuran program ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya.
Tentunya hari ini menjadi momentum penting bagi Kalimantan Tengah. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM. Sebagaimana disampaikan Bapak Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), program ini merupakan inisiatif mulia untuk masa depan generasi muda kita.
“Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program Vokasi Pertanian. Program ini merupakan inisiasi Gubernur Kalimantan Tengah yang bertujuan mendorong minat generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus membuka peluang kerja baru,” lanjutnya.
Program pendidikan vokasi kuotanya sangat banyak yakni 2.000 peserta, dan ini dirancang berlangsung selama satu tahun. Sebanyak 30 persen proses belajar dilakukan di kelas untuk teori, sementara 70 persen lainnya berupa praktik langsung di lapangan.
“Ketika praktik di lapangan, para peserta tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan penghasilan karena pekerjaan yang dilakukan memiliki nilai ekonomi, misalnya saat terlibat dalam program cetak sawah rakyat,”tuturnya.
Selain pelaksanaan program ini merupakan hasil sinergi berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kehutanan, termasuk dukungan pembiayaan dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR).
“Program ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor untuk menjawab arahan pemerintah pusat terkait penguatan ketahanan pangan melalui program cetak sawah rakyat. Pemerintah daerah juga menyiapkan sumber daya manusia yang akan terlibat di dalamnya melalui program vokasi ini,” ungkapnya. (yud)












