PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat membuka kegiatan Pasar Murah Spesial Ramadan bagi mahasiswa di halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Agustiar mengungkapkan bahwa APBD Kalimantan Tengah tahun 2026 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp10,2 triliun. Penurunan tersebut terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan.
“Meski APBD tahun 2026 hanya sebesar Rp5,4 triliun, turun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp10,2 triliun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Menurut Agustiar, investasi di bidang pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program yang bertujuan mendukung generasi muda agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Beberapa program yang dijalankan di antaranya Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana serta program sekolah gratis yang merupakan bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Agustiar juga menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, sehingga dukungan terhadap dunia pendidikan harus terus diperkuat.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang sangat berharga. Di pundak kalianlah masa depan Kalimantan Tengah dan Indonesia,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mendorong para mahasiswa agar tetap semangat menempuh pendidikan serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan.
Di akhir sambutannya, Agustiar mengajak generasi muda untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dengan mengamalkan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
(Sya'ban)












